| dc.description.abstract | Latar belakang: Daun kelor (Moringa oleifera) dan daun afrika (Vernonia
amygdalina) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menurunkan kadar
lipid darah. Keduanya diformulasikan menjadi serbuk instan sebagai sediaan herbal
antihiperlipidemia. Meski masing-masing telah terbukti aman, data toksisitas akut
kombinasi keduanya belum tersedia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketoksikan akut dan
menentukan nilai LD50 dari serbuk instan berbasis daun kelor dan daun afrika.
Metode: Uji toksisitas akut dilakukan pada mencit jantan menggunakan protokol
OECD 425 (Up and Down Procedure). Pengujian diawali dengan limit test, satu
ekor mencit diberikan dosis 2000 mg/kgBB secara oral dan diamati intensif selama
4 jam pertama serta berkala hingga 48 jam. Karena tetap hidup, empat ekor mencit
tambahan diberi dosis yang sama dan diamati selama 14 hari. Berdasarkan kematian
yang terjadi pada salah satu mencit dan rekomendasi perangkat lunak AOT 425
StatPgm, pengujian dilanjutkan ke main test dengan pemberian dosis bertahap (175,
550, dan 2000 mg/kgBB) secara berurutan pada lima ekor mencit.
Hasil: Pada limit test, satu mencit mengalami gejala toksik dan mati pada hari ke-
10, sementara empat lainnya tetap hidup tanpa kelainan klinis. Pada main test,
seluruh mencit yang diberi dosis 175, 550, dan 2000 mg/kgBB bertahan hidup tanpa
menunjukkan tanda-tanda toksisitas. Berdasarkan analisis menggunakan perangkat
lunak AOT 425 StatPgm, nilai LD50 diperkirakan lebih besar dari 2000 mg/kgBB.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji toksisitas akut, serbuk instan berbasis daun
kelor dan daun afrika tidak menimbulkan gejala toksik akut yang signifikan pada
mencit jantan dan memiliki nilai LD50 >2000 mg/kgBB, sehingga tergolong toksik
ringan dan relatif aman pada dosis yang telah diuji. | en_US |