| dc.description.abstract | Latar belakang: Survei Indonesia - National Adolescent Mental Health Survey (I-
NAMHS) tahun 2022 menemukan bahwa 34,9% remaja, atau sekitar 15,5 juta
individu, mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Apoteker
komunitas memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental, khususnya
dalam memantau kepatuhan pengobatan dan memberikan edukasi.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan sikap apoteker
komunitas di Kabupaten Bantul serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Metode: Menggunakan desain cross-sectional, data penelitian dikumpulkan dari
apoteker partisipan melalui kuesioner Google Form. Data yang diperoleh akan
dianalisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, multivariat dengan uji logistik
ordinal dan logistik biner, dan uji korelasi menggunakan uji spearman rho.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan apoteker adalah 67,31 (SD±11,91 dan rata-rata
skor sikap apoteker adalah 41,94 (SD±12,25). Tidak ada faktor signifikan yang
memengaruhi pengetahuan, Terdapat variabel lama bekerja yang memengaruhi
sikap (p=0,008) merupakan faktor signifikan yang memengaruhi sikap apoteker.
Korelasi antara skor pengetahuan dan sikap apoteker (r = 0,230; p = 0,033).
Kesimpulan: Apoteker komunitas di Kabupaten Bantul sebagian besar memiliki
pengetahuan yang kurang tentang kesehatan mental, namun mayoritas bersikap
positif. Lama bekerja memengaruhi sikap apoteker, dan terdapat korelasi antara
pengetahuan dan sikap. | en_US |