Show simple item record

dc.contributor.authorSuryadi, Balqis Kasha Sirsaeba
dc.date.accessioned2025-09-27T06:34:42Z
dc.date.available2025-09-27T06:34:42Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57871
dc.description.abstractLatar belakang: Tindakan reperfusi seperti fibrinolisis atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) penting dalam penanganan pasien ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) untuk menurunkan risiko kematian. Namun, tingkat pemberian reperfusi masih rendah. Tujuan: Mengetahui tingkat pemberian dan faktor yang berhubungan dengan tindakan reperfusi pada pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (PKUMY). Metode: Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan data retrospektif pasien STEMI periode 2022-2024. Sampel dipilih secara convenience sampling, dan data diambil dari rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi logistik binomial dengan software R. Hasil: Dari 214 pasien, mayoritas laki-laki (84%) dan berusia >50 tahun (82%). Sebanyak 61% pasien menerima fibrinolisis, 92% mendapat antiplatelet, dan 82% antikoagulan. Faktor yang berhubungan signifikan dengan pemberian fibrinolisis adalah waktu kedatangan (golden period) dan riwayat gagal jantung (p<0,001). Kesimpulan: Sebanyak 61% pasien STEMI di RS PKUMY mendapat reperfusi berupa fibrinolisis dengan faktor yang menunjukkan hubungan dengan fibrinolisis adalah waktu kedatangan (golden period) dan riwayat gagal jantung.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFibrinolisisen_US
dc.subjectPCIen_US
dc.subjectReperfusien_US
dc.subjectSindroma Koroner Akuten_US
dc.subjectSTEMIen_US
dc.titleAnalisis Tingkat Pemberian Tindakan Reperfusi pada Pasien Stemi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21613242


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record