| dc.description.abstract | Latar Belakang: Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar, prevalensi gangguan
depresi di Indonesia mencapai 6,1%, dengan DI Yogyakarta sebesar 5,5%.
Tingginya angka depresi memerlukan penanganan yang lebih optimal. Namun,
keterbatasan pengetahuan dan keyakinan negatif terkait pengobatan dapat menjadi
hambatan utama dalam keberhasilan pengelolaan gangguan depresi.
Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan dan keyakinan pasien terkait pengobatan
gangguan depresi di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross-sectional.
Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi spearman dan chi-square, dan
analisis multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan pasien (9,89±3,040) dan rata-rata skor keyakinan
(50,61±9,626). Faktor yang dapat memengaruhi pengetahuan yaitu pendidikan (p =
0,019). Faktor-faktor yang memengaruhi keyakinan yaitu status pernikahan (p <
0,001) dan pekerjaan, pelajar/mahasiswa (p = 0,008) dan lainnya (p = 0,033). Tidak
terdapat korelasi antara pengetahuan dan keykinan terkait pengobatan gangguan
depresi.
Kesimpulan: Sebagian besar pasien memiliki pengetahuan yang cukup dan
keyakinan yang cenderung negatif terkait pengobatan gangguan depresi. Hal ini
menunjukkan bahwa pengetahuan saja belum cukup untuk membentuk keyakinan
positif terhadap pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tidak hanya
meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk keyakinan positif untuk
mendukung keberhasilan terapi. | en_US |