Pengetahuan dan Sikap Apoteker Komunitas terhadap Kesehatan Mental di Wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi
Abstract
Latar belakang: Di Indonesia prevalensi gangguan mental terus meningkat,
gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup kita. Apoteker komunitas sebagai
kontak pertama masyarakat berpotensi mendukung kesehatan mental melalui
edukasi dan rujukan. Namun, pengetahuan yang terbatas dapat memengaruhi sikap
apoteker, sehingga peran apoteker ini belum optimal.
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan
karakteristik demografi yang memengaruhi apoteker komunitas terkait kesehatan
mental di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, data dikumpulkan dari
partisipan dengan menggunakan kuesioner melalui media Google Form. Data yang
diperoleh akan dianalisis univariat, bivariat dengan uji chi square, multivariat
dengan uji logistik ordinal dan logistik biner, dan uji korelasi menggunakan uji
spearman rho.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan apoteker yaitu 65,1 (SD±9,3) dan rata-rata skor
sikap yaitu 40,3 (SD±4,4). karakteristik demografi yang memengaruhi pengetahuan
apoteker yaitu usia (p=0,802). Dan karakteristik demografi yang memengaruhi
sikap yaitu pengalaman pribadi tentang kesehatan mental (p=0.054). Korelasi
antara skor pengetahuan dan sikap apoteker (p=0,095, r=-0,166).
Kesimpulan: Mayoritas apoteker memiliki pengetahuan cukup dan sikap negatif
terhadap kesehatan mental. Tidak terdapat karakteristik demografi yang
memengaruhi pengetahuan maupun sikap. Dan tidak terdapat korelasi antara
pengetahuan dan sikap apoteker.
Collections
- Pharmacy [1896]
