| dc.description.abstract | Latar belakang: Apoteker komunitas memiliki peran strategis sebagai tenaga kesehatan
yang mudah dijangkau oleh masyarakat, termasuk individu dengan gangguan kesehatan
mental. Namun, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya pelatihan atau edukasi khusus
di bidang kesehatan mental menjadi kendala dalam meningkatkan kemampuan apoteker
dalam menangani pasien dengan kondisi tersebut. Akibatnya, peran apoteker dalam
mendukung upaya kesehatan mental di tingkat masyarakat belum sepenuhnya optimal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan
sikap apoteker komunitas terhadap kesehatan mental.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif observasional dengan
desain Cross-Sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan
uji korelasi spearman dan chi square, analisis multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan apoteker yaitu 66,9 (SD±5,95) dan rata-rata skor sikap
yaitu 42,77 (SD±4,42). Faktor yang dapat memengaruhi pengetahuan yaitu pengalaman
orang terdekat (p=0,002). Faktor-faktor yang memengaruhi sikap yaitu pelatihan
(p=0,046) dan durasi praktik (p=0,010). Tidak terdapat korelasi antara skor pengetahuan
dan skor sikap apoteker komunitas terhadap Kesehatan mental (p>0,05).
Kesimpulan: Sebagian besar apoteker memiliki pengetahuan cukup dan sikap positif
terhadap kesehatan mental. Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan diantaranya
adalah pengalaman orang terdekat. Faktor-faktor yang memengaruhi sikap yaitu,
pelatihan dan durasi praktik. Tidak ada korelasi antara skor pengetahuan dan skor sikap. | en_US |