| dc.description.abstract | Dalam era kerja modern yang dinamis, keberadaan karyawan yang
loyal dan terlibat secara emosional menjadi tantangan tersendiri bagi
perusahaan. Banyak organisasi menghadapi kenyataan bahwa karyawan,
khususnya generasi Y, cenderung berpindah kerja apabila merasa tidak
menemukan makna atau kenyamanan dalam pekerjaan yang dijalani.
Fenomena ini menuntut perusahaan untuk lebih peka terhadap kualitas
pengalaman kerja yang dirasakan oleh karyawan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara keterpikatan kerja dan intensi turnover pada karyawan generasi
Y. Keterpikatan kerja merupakan kondisi psikologis positif ketika individu
merasa penuh semangat, terlibat, dan menyatu dengan pekerjaannya.
Karyawan yang memiliki tingkat keterlibatan kerja tinggi cenderung lebih
bertahan di perusahaan karena merasa pekerjaannya bermakna,
menyenangkan, dan sesuai dengan nilai pribadinya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif
antara keterpikatan kerja dan intensi turnover. Semakin tinggi keterlibatan
kerja yang dirasakan, semakin rendah kecenderungan seseorang untuk
meninggalkan pekerjaannya. Temuan ini menegaskan bahwa perusahaan
perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memastikan
bahwa karyawan menyukai pekerjaan mereka. Dengan demikian, perusahaan
tidak hanya mempertahankan karyawan terbaik, tetapi juga meningkatkan
produktivitas melalui keterikatan emosional yang sehat antara karyawan dan
pekerjaannya. | en_US |