| dc.description.abstract | Latar Belakang: Apoteker komunitas adalah tenaga kesehatan yang paling mudah
diakses oleh masyarakat. Peran apoteker komunitas sebagai tenaga kesehatan
sangat penting dalam mendukung manajemen pengobatan pasien gangguan mental.
Namun, keterbatasan pengetahuan dan sikap negatif terhadap isu kesehatan mental
menjadi salah satu alasan mengapa peran tersebut belum dapat dilakukan apoteker.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan
sikap apoteker komunitas terhadap kesehatan mental.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif observasional
dengan desain Cross-Sectional. Pengolahan data menggunakan analisis univariat,
bivariat dengan uji korelasi spearman dan chi-square, analisis multivariat dengan
uji regresi logistik.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan apoteker yaitu 65,82 (SD±6,58) dan rata-rata
skor sikap yaitu 41,48 (SD±5,23). Faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan
apoteker yaitu pendidikan (p=0,002) dan pelatihan (p=0,003). Faktor-faktor yang
memengaruhi sikap yaitu pengetahuan (p=0,032) dan pengalaman pribadi
(p=0,005). Terdapat korelasi antara skor pengetahuan dan sikap apoteker (p<0,001,
r=0,567).
Kesimpulan: Sebagian besar apoteker memiliki pengetahuan cukup dan sikap
positif terhadap kesehatan mental. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
tersebut diantaranya pendidikan dan pelatihan. Faktor-faktor yang mempengaruhi
sikap yaitu pengetahuan dan pengalaman pribadi. Terdapat korelasi positif antara
pengetahuan dan sikap apoteker. | en_US |