• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Putusan Perkara Gugatan Waris yang tidak mencantumkan Pembagian Harta Bersama Perspektif Maqāṣid Asy-syarīʾah (Studi Putusan No. 432/Pdt.G/2023/PA.Bjb)

    Thumbnail
    View/Open
    21913027.pdf (2.909Mb)
    Date
    2025
    Author
    Daenuri, Muhammad Aulia Ramdan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam praktek persidangan sengketa waris di Pengadilan Agama, masih saja ada penggugat yang tidak mencantumkan pembagian harta bersama dalam surat gugatannya, hal tersebut dapat menyebabkan gugatan penggugat kabur dan dinyatakan tidak dapat diterima oleh majelis hakim. Namun, alih-alih menyatakan gugatan tidak dapat diterima, majelis hakim Pengadilan Agama Banjarbaru malah mengambil terobosan secara ex officio dengan tetap menetapkan dan membagi harta bersama meskipun tidak diminta oleh penggugat dalam surat gugatannya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk meneliti pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Banjarbaru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pertimbangan majelis hakim dan mengevaluasinya dari perspektif maqāṣid asy-syarīʾah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendeketan yuridis normatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwasanya pertimbangan majelis hakim Pengadilan Agama Banjarbaru mengedepankan keadilan, efektivitas, dan berpegang pada asas pemeriksaan perkara yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan, pertimbangan tersebut juga sejalan dengan prinsip maqāṣid asy-syarīʾah karena pertama pembagian tersebut termasuk pada tingkat kebutuhan hajjiyat yang berpotensi melahirkan mafsadah apabila tidak dilakukan berupa kerugian terhadap pasangan pewaris yang masih hidup, kedua pertimbangan tersebut sejalan dengan maqāṣid al-‘āmmah dari syarīʾah yaitu menjaga ketertiban dan ketentraman tatanan kehidupan masyarakat. Ketiga, memenuhi kemaslahatan secara kulli yaitu berdampak positif terhadap perubahan kehidupan sosial masyarakat, dan keempat, memenuhi salah satu elemen pendukung konsep maqāṣid asy-syarīʾah menurut Tahir Ibnu Asyūr yaitu kesetaraan atau musāwah dan sejalan dengan konsep Taha Jabir Al-Alwani yang menempatkan nilai persamaan pada tingkatan maqāṣid di bawah tingkatan maqāṣid al-’ulyā’ al-hakīmah yang merupakan nilai universal yang sejajar dengan keadilan dan kebebasan.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57828
    Collections
    • Master of Islamic Studies [179]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV