Hubungan Antara Iklim Organisasi dengan Intensi Turnover Karyawan Generasi Z Sektor Pertambangan
Abstract
Intensi turnover merupakan merupakan tantangan serius yang dihadapi perusahaan di
sektor pertambangan, fenomena ini berdampak pada berkurangnya stabilitas sumber
daya manusia dan efektivitas operasional perusahaan. Salah satu faktor yang diduga
berkaitan dengan tingginya intensi turnover adalah iklim organisasi, yaitu persepsi
karyawan terhadap lingkungan kerja yang dapat memengaruhi kenyamanan, kepuasan,
dan keterikatan terhadap pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara iklim organisasi dengan intensi turnover pada karyawan generasi z yang bekerja
pada sektor pertambangan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan aktif generasi
z yang bekerja pada pada sektor pertambangan dengan jumlah partisipan sebanyak 127
karyawan generasi z yang terdiri dari 53 karyawan perempuan dan 73 karyawan laki-
laki dari berbagai perusahaan pertambangan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan negatif antara
iklim organisasi dengan intensi turnover Pengambilan data dilakukan menggunakan
Climate Organizational Scale (Suarez dkk., 2013) untuk mengukur iklim organisasi dan
Turnover Intention Scale (TIS-14) (Jacobs & Roodt, 2007) untuk mengukur intensi
turnover. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi
Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang
signifikan antara iklim organisasi dengan intensi turnover, dengan nilai koefisien r = -
0,309 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin
tinggi organizational climate, maka semakin rendah tingkat intensi turnover pada
karyawan generasi z yang bekerja di sektor pertambangan.
Collections
- Psychology [244]
