| dc.description.abstract | Paparan partikel halus PM2.5 merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang dapat
menimbulkan dampak kesehatan, khusunya pada masyarakat yang tinggal di sekitar
sumber pencemar. Salah satu pemicunya dapat berasal dari aktivitas di pemukiman
masyarakat dan keberadaan Unit Pengolahan Sampah berpotensi menjadi salah satu faktor
pemicunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara ambien dan potensi
risiko kesehatan akibat paparan PM2.5 di pemukiman masyarakat yang tinggal di sekitar
empat lokasi UPS di Kota Yogyakarta. Pengukuran PM2.5 dilakukan sesuai acuan SNI 19-
7119.14-2016 menggunakan metode gravimetri dengan High Volume Air Sampler
(HVAS) selama 24 jam. Selain itu, dilakukan pengambilan data kuesioner kepada 51
responden untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa
konsentrasi PM2.5tertinggi terdapat di titik lokasi 1 sebesar 65.43 μg/m3, diikuti titik lokasi
2 sebesar 49.43 μg/m3, titik lokasi 3 sebesar 27.60 μg/m3, dan titik lokasi 4 sebesar 15.05
μg/m3. Nilai ini menunjukkan bahwa pada titik lokasi 1 telah melampaui baku mutu udara
ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah 22 Tahun 2021 (55 μg/m3). Tingginya
konsentrasi ini dipengaruhi oleh berbagai sumber pencemar. Dari aktivitas antropogenik,
emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah rumah tangga, serta aktivitas industri dan
konstruksi menjadi faktor dominan. Keberadaan UPS disekitar lokasi penelitian berpotensi
memberikan kontribusi melalui aktivitas pemilahan, pencacahan, pembakaran residu, dan
penggunaan kendaraan operasional. Analisis risiko menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ)
> 1 pada sebagian besar responden yaitu pada titik lokasi 1 dan Titik lokasi 4, yang
mengindikasikan adanya risiko kesehatan non-karsinogenik. Keluhan kesehatan yang
paling banyak dilaporkan meliputi batuk, sakit kepala, iritasi mata, dan sesak napas. Hasil
ini menunjukkan perlunya penanganan terpadu melalui pengendalian emisi di sumber,
edukasi masyarakat, dan penguatan kebijakan lingkungan guna menurunkan dampak
kesehatan jangka panjang. | en_US |