Show simple item record

dc.contributor.authorRahayu, Syafira Putri Nur Fitria
dc.date.accessioned2025-09-25T03:38:55Z
dc.date.available2025-09-25T03:38:55Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57810
dc.description.abstractPaparan partikel halus PM2.5 merupakan salah satu faktor risiko lingkungan yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, khusunya pada masyarakat yang tinggal di sekitar sumber pencemar. Salah satu pemicunya dapat berasal dari aktivitas di pemukiman masyarakat dan keberadaan Unit Pengolahan Sampah berpotensi menjadi salah satu faktor pemicunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara ambien dan potensi risiko kesehatan akibat paparan PM2.5 di pemukiman masyarakat yang tinggal di sekitar empat lokasi UPS di Kota Yogyakarta. Pengukuran PM2.5 dilakukan sesuai acuan SNI 19- 7119.14-2016 menggunakan metode gravimetri dengan High Volume Air Sampler (HVAS) selama 24 jam. Selain itu, dilakukan pengambilan data kuesioner kepada 51 responden untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5tertinggi terdapat di titik lokasi 1 sebesar 65.43 μg/m3, diikuti titik lokasi 2 sebesar 49.43 μg/m3, titik lokasi 3 sebesar 27.60 μg/m3, dan titik lokasi 4 sebesar 15.05 μg/m3. Nilai ini menunjukkan bahwa pada titik lokasi 1 telah melampaui baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah 22 Tahun 2021 (55 μg/m3). Tingginya konsentrasi ini dipengaruhi oleh berbagai sumber pencemar. Dari aktivitas antropogenik, emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah rumah tangga, serta aktivitas industri dan konstruksi menjadi faktor dominan. Keberadaan UPS disekitar lokasi penelitian berpotensi memberikan kontribusi melalui aktivitas pemilahan, pencacahan, pembakaran residu, dan penggunaan kendaraan operasional. Analisis risiko menunjukkan nilai Risk Quotient (RQ) > 1 pada sebagian besar responden yaitu pada titik lokasi 1 dan Titik lokasi 4, yang mengindikasikan adanya risiko kesehatan non-karsinogenik. Keluhan kesehatan yang paling banyak dilaporkan meliputi batuk, sakit kepala, iritasi mata, dan sesak napas. Hasil ini menunjukkan perlunya penanganan terpadu melalui pengendalian emisi di sumber, edukasi masyarakat, dan penguatan kebijakan lingkungan guna menurunkan dampak kesehatan jangka panjang.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPM2.5en_US
dc.subjectKualitas Udara Ambienen_US
dc.subjectRisiko Kesehatanen_US
dc.subjectUPS Kota Yogyakartaen_US
dc.titleAnalisis Kualitas Udara Ambien PM2.5 dan Risiko Kesehatan di Masyarakat Sekitar Unit Pengolahan Sampah (UPS) Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513138


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record