Analisis Kebijakan Luar Negeri Rusia terhadap Penyelesaian Konflik Nagorno-Karabakh Tahun 2008 - 2020
Abstract
Konflik antara Armenia-Azerbaijan terkait sengketa wilayah Nagorno-Karabakh
menjadi persoalan yang cukup kompleks dan telah berlangsung selama puluhan
tahun. Konflik Armenia-Azerbaijan menjadi konflik etnis serta perebutan wilayah
yang tak kunjung menemukan titik terang. Rusia sebagai negara yang memiliki
pengaruh besar di wilayah kaukasus menginginkan kestabilan wilayah agar
kepentingan dalam dan luar negeri Rusia tidak terganggu atas konflik tersebut
terutama dari sektor politik maupun ekonomi, sehingga Rusia ingin terlibat sebagai
penengah konflik atau moderator dalam usaha perdamaian konflik di Nagorno-
Karabakh.
Penulis menggunakan kerangka pemikiran International Mediaton Theory yang
dikemukakan oleh Jacob Bercovitch untuk menganalisis peran Rusia sebagai
mediator konflik antara Armenia-Azerbaijan di wilayah sengketa Nagorno-
Karabakh, dimana mediasi yang dilaksanakan harus berjalan tanpa intervensi
berlebihan, tidak menggunakan cara-cara kekerasan dan sesuai hukum yang
berlaku, serta International Mediaton Theory menjadi acuan sebagai indikator
keberhasilan dalam mediasi konflik Armenia-Azerbaijan di wilayah Nagorno-
Karabakh di tahun 2020. Rusia dalam menjalankan mediasi dianggap telah
memenuhi peran serta tanggung jawab sebagai pihak ketiga atau mediator dengan
berperan aktif dan memfasilitasi dengan baik setiap proses perdamaian yang
dilakukan oleh Armenia dan Azerbaijan serta menghasilkan kesepakatan-
kesepakatan positif dari beberapa proses mediasi yang di mediatori oleh Rusia.
Collections
- International Relations [914]
