| dc.description.abstract | Broken home merupakan penggambaran dari kelaurga yang tidak harmonis. Arti
rumah yang hancur menunjukkan keluarga yang tidak stabil, tidak rukun, dan
sering bertengkar. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengevaluasi faktor
penyebab dan latar belakang yang memengaruhi perilaku sosial dan keagamaan
remaja; dan 2) untuk menentukan apakah ada pengaruh keluarga yang rusak
terhadap perilaku keagamaan remaja dan seberapa besar dampaknya. Untuk
menganalisis dampak keluarga broken home Terhadap Perilaku Keagamaan
Remaja Di Desa Ngabean Wetan, Kecamatan Nganglik, Kabupaten Sleman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif akan digunakan untuk
menggambarkan beberapa data yang dikumpulkan dari penelitian lapangan (field
research). Metode pengumpulan data seperti wawancara dan observasi akan
digunakan untuk menarik hasil dari teknik analisis data. . Selain itu, penelitian
pustaka membantu proses analisis untuk mendukung data lapanganHasil
penelitian menunjukkan bahwa 1) Masalah ekonomi, masalah komunikasi,
KDRT, dan perselingkuhan menyebabkan latar belakang keluarga di Desa
Ngabean Wetan, Kecamatan Nganglik, Kabupaten Sleman. Masalah psikis,
emosi, keagaman, dan kenakalan remaja adalah efek dari keadaan keluarga yang
broken home. | en_US |