| dc.description.abstract | Di tengah tantangan keberagaman bangsa, penguatan moderasi beragama melalui
pendidikan menjadi krusial, di mana Kurikulum Merdeka menawarkan kerangka
kerja baru yang fleksibel untuk tujuan ini. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
berwawasan moderasi beragama dalam Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Sanden,
serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang
kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
implementasi moderasi beragama terwujud secara sistematis melalui perencanaan
modul ajar yang fleksibel, pelaksanaan pembelajaran partisipatif seperti Proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan diskusi, serta evaluasi autentik yang
berfokus pada perubahan sikap. Faktor pendukung utama keberhasilan ini adalah
kekuatan internal sekolah, yang mencakup komitmen kolektif warga sekolah,
kompetensi guru, dan sarana prasarana yang memadai. Adapun faktor
penghambatnya cenderung bersifat eksternal, seperti kurangnya penguatan nilai di
lingkungan keluarga, pengaruh negatif media digital, dan keterbatasan struktural
berupa tidak tersedianya guru untuk agama minoritas tertentu. | en_US |