• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di IPAL HKSN dan Ipal Sungai Andai : Ditinjau dari Aspek Teknis dan Aspek Finansial

    Thumbnail
    View/Open
    22927007.pdf (5.471Mb)
    Date
    2025
    Author
    Gina, Hilyatul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kota Banjarmasin memiliki 7 Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPAL), dengan status 6 IPAL yang beroperasi dan 1 IPAL belum beroperasi. IPAL HKSN dan IPAL Sungai Andai dipilih untuk menjadi lokasi penelitian ini dikarenakan melayani kecamatan yang sama yaitu kecamatan Banjarmasin Utara. Dalam dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Banjarmasin, target penambahan SR sebesar 6.500 setiap tahunnya. Namun realitanya dari tahun 2015 hingga 2018 berdasarkan data dari dokumen SSK Kota Banjarmasin, pertambahan pelanggan Perumda PALD hanya meningkat 108 SR setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kinerja dari kedua IPAL, menganalisis faktor yang menyebabkan rendahnya pertambahan pelanggan, menganalisis aspek finansial berdasarkan data pemasukan dari pelanggan dengan biaya operasional dan pemeliharaan IPAL, serta memberikan skenario retribusi terbaik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keberlanjutan finansial Perumda PALD. Dari data penelitian yang telah dilakukan dalam aspek teknis, konsentrasi air limbah effluent dari bulan Januari 2023 – Desember 2024 untuk parameter pH, TSS, ammonia, COD, BOD, dan total Coliform memenuhi baku mutu berdasarkan Permen LHK Nomor 68/2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Analisis biaya dan manfaat menunjukkan bahwa kedua IPAL tidak layak secara finansial, dengan Net Present Value (NPV) yang negatif dan Benefit-Cost Ratio (BCR) di bawah 1, yang berarti pendapatan dari pelanggan saja tidak cukup untuk memenuhi biaya operasional dan pemeliharaan IPAL. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya pertambahan pelanggan adalah tidak adanya subsidi dan dukungan untuk penambahan jumlah SR dari pemerintah daerah karena perusahaan ini berdiri sendiri. Skenario yang dapat dilakukan oleh Perumda PALD adalah dengan meningkatkan biaya retribusi dari pelanggan, atau dengan menambah jumlah layanan SR dengan melibatkan dukungan dan kerjasama dari pemerintah untuk memenuhi biaya operasional dan pemeliharaan kedua IPAL agar tercipta keberlanjutan finansial Perumda PALD.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57739
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV