Optimasi Massa Bottom Ash dan Cangkang Telur untuk Pembuatan Mortar Geopolimer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bottom ash dan cangkang telur dalam
pembuatan geopolimer, sebuah material konstruksi ramah lingkungan yang dapat
menjadi pengganti semen portland. Metodologi penelitian yaitu persiapan bahan
dengan pengeringan, penggilingan, dan pencampuran bottom ash dan cangkang
telur menjadi mortar uji. Bottom Ash dan cangkang telur di analisis menggunakan
X-Ray Fluoroscence (XRF) dengan hasil CaO dengan nilai 42,10% dan 52,61%.
Mortar geopolimer analisis kimia dan mikrostruktur menggunakan Fourier
Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM)
dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa geopolimer
terbentuk karena adanya ikatan Si-O-Al dan Si-O-Si berdasarkan hasil FTIR.
Penambahan cangkang telur ke dalam campuran bottom ash meningkatkan
kekuatan tekan dari geopolimer yang dihasilkan. Hasil uji tekan yang diperoleh
campuran yang mendapatkan hasil maksimal pada penelitian ini adalah dengan
bottom ash 30% dan cangkang telur 70%, NaOH 12M dan waktu pengeringan 28
hari dengan hasil 13,432 MPa. Analisis mikrostruktur menunjukkan adanya
interaksi kimia antara Al, Si dengan Ca serta ukuran partikel yang semakin kecil
membuat mortar menjadi lebih kuat. Ukuran partikel pada BA-CT70 12M-28
adalah 0,8248 μm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan bottom
ash dan cangkang telur sebagai bahan baku untuk pembuatan geopolimer tidak
hanya membantu mengurangi limbah industri dan organik, tetapi juga
menghasilkan material konstruksi yang memiliki sifat mekanik yang kuat sesuai
SNI 03-6882-2002.
Collections
- Master of Chemistry [59]
