Uji Pengaruh ION Tembaga (Cu2+) dan Ion Kobalt (Co2+) Sebagai Ion Pengganggu dalam Penentuan Kadar ION Fe2+
Abstract
Penentuan kadar besi (Fe) yang dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis
yang melalui pembentukan kompleks Fe(II)-1,10-fenantrolin. Namun, ion logam
lain seperti Cu2+ dan Co2+ dapat bertindak sebagai ion pengganggu. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh ion Cu2+ serta campuran Cu2+ dan Co2+ terhadap
analisis Fe(II). Hasil penentuan panjang gelombang menunjukkan maksimum
masing-masing kompleks: Fe(II)-fenantrolin 510 nm, Cu(II)-fenantrolin 316 nm,
dan Co(II)-fenantrolin 312 nm. Kurva kalibrasi Fe(II)-fenantrolin dengan reduktor
NH2OH.HCl menghasilkan persamaan y = 0,0508x + 0,002 (r2 = 0,9983).
Penambahan Cu2+ 1 ppm menurunkan absorbansi kompleks Fe(II), dengan %
recovery 93,70 %, RSD 4,17 ppt, dan CV 0,417 %. Kurva kalibrasi Fe(II)-
fenantrolin dengan reduktor reduktor Na2S2O3, menghasilkan kurva y = 0,0529x –
0,0147 (r2 = 0,9965). Uji lanjutan menggunakan campuran Cu2+ 1 ppm dan Co2+ 1
ppm, serta campuran ion pengganggu tersebut meningkatkan absorbansi Fe(II)-
fenantrolin, dengan %recovery 122,84 %, RSD 3,72 ppt, dan CV 0,37 %. Hasil ini
menunjukkan bahwa ion Cu2+ dan Co2+ secara bersama-sama dapat memberikan
gangguan signifikan terhadap analisis Fe2+ dengan metode spektrofotometri UV-
Vis.
Collections
- Chemistry [751]
