Self-esteem dan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Pria Dewasa Awal yang Aktif Berolahraga di Fitness Center
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-esteem dan
kecenderungan body dysmorphic disorder (BDD) pada pria dewasa awal yang
aktif berolahraga di fitness center. Tekanan sosial dan media terhadap penampilan
fisik ideal dapat memicu ketidakpuasan tubuh dan meningkatkan risiko BDD,
khususnya pada populasi ini. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa rendahnya
self-esteem merupakan faktor penting dalam perkembangan BDD, namun kajian
pada populasi pria dewasa awal di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive
sampling. Instrumen yang digunakan adalah Body Dysmorphic Questionnaire
(BDQ) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan
adanya hubungan negatif antara self-esteem dan kecenderungan BDD. Aspek
kompetensi dan nilai diri dalam self-esteem berkontribusi terhadap kecenderungan
BDD, di mana nilai diri memiliki pengaruh yang lebih kuat. Temuan ini
menegaskan bahwa self-esteem berperan sebagai faktor protektif terhadap
kecenderungan BDD pada pria dewasa awal yang aktif berolahraga.
Collections
- Psychology [243]
