Aktivitas Antiplasmodium Ekstrak Etil Asetat Faloak (Sterculia Quadrifida R.br.) pada Plasmodium Falciparum Secara in Vitro
Abstract
Latar Belakang : Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia
karena penurunan efikasi dan resistensi terhadap obat antimalaria. Ekstrak etanol
kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br) diketahui memiliki aktivitas
antiplasmodium yang sedang sehingga diperlukan eksplorasi untuk melihat potensi
dan aktivitas senyawa pada ekstrak etil asetat faloak melalui proses ekstrak
terpurifikasi terhadap Plasmodium falciparum strain FCR3 beserta jalur
mekanismenya.
Tujuan : Mengetahui senyawa aktif dan aktivitas antiplasmodium ekstrak etil
asetat kulit batang faloak serta mekanismenya melalui penghambatan polimerisasi
hem.
Metode : Kulit batang faloak diekstraksi secara bertingkat dengan metode
Ultrasound Assisted Extraction (UAE) menggunakan pelarut n-heksan kemudian
pelarut etil asetat. Ekstrak kemudian dikentalkan dengan vacuum rotary evaporator
dan waterbath. Identifikasi senyawa ekstrak etil asetat faloak menggunakan
Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pengujian aktivitas antiplasmodium dilakukan
secara in vitro pada P. falciparum strain FCR3 dilanjutkan uji polimerisasi hem.
Hasil pengujian berupa persentase penghambatan parasitemia untuk mendapatkan
nilai IC50.
Hasil : Hasil ekstraksi faloak dengan pelarut etil asetat didapatkan nilai rendemen
sebesar 0,24% yang terbukti mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, dan
triterpenoid. Hasil pengujian aktivitas P. falciparum strain FCR3 menunjukkan
ekstrak etil asetat faloak tergolong sangat aktif dengan nilai IC50 sebesar 4,10 μg/mL
dan hasil uji penghambatan polimerisasi hem tergolong potensi aktif dengan nilai IC50
sebesar 5,28 μg/mL.
Kesimpulan : Aktivitas dan mekanisme antiplasmodium menggunakan ekstrak etil
asetat faloak dikategorikan sebagai suatu senyawa yang aktif dalam proses
penghambatan pertumbuhan P. falciparum strain FCR3.
Collections
- Pharmacy [1885]
