Aktivitas Antiplasmodium Isolat Flavonoid Rumput Gong (Eriocaulon Cinereum R. Br) pada Plasmodium Falciparum Secara in Vitro
Abstract
Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit P.
falciparum dengan risiko kematian karena resistensi pengobatan antimalaria.
Kejadian tersebut menyebabkan perlunya dilakukan penemuan dan pengembangan
obat baru dari tanaman rumput gong (E. cinereum R. Br) dengan kandungan
senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antiplasmodium.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas isolat flavonoid
rumput gong (E. cinereum R. Br) sebagai antiplasmodium terhadap sel P.
falciparum strain FCR3.
Metode: Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasound Assisted
Extraction (UAE) dengan pelarut n-heksan, lalu ampasnya dimaserasi
menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak etil asetat dipisahkan dari ampasnya,
kemudian dikentalkan dengan rotary evaporatory untuk menghasilkan ekstrak
kental etil asetat. Kemudian, fraksinasi menggunakan pelarut diklorometana
dengan Vacuum Liquid Chromatography (VLC). Hasil pemisahan diisolasi
menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan fase
gerak WFI dan asetonitril. Isolat hasil pemisahan diidentifikasi kandungan
flavonoid dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dilakukan pengujian
aktivitas antiplasmodium sehingga didapatkan persen penghambatan serta nilai
IC50.
Hasil: Isolasi senyawa flavonoid berhasil dilakukan dan menunjukkan aktivitas
antiplasmodium terhadap P. falciparum dengan nilai IC50 yang dihasilkan sebesar
8,621 μg/mL.
Kesimpulan: Isolat flavonoid yang diisolasi dari rumput gong (E. cinereum R. Br)
memiliki aktivitas antiplasmodium terhadap P. falciparum dalam kategori
promisingly active.
Collections
- Pharmacy [1896]
