| dc.description.abstract | Latar belakang: Kulit kayu manis diketahui memiliki potensi aktivitas
farmakologi yang belum banyak dikembangkan menjadi sediaan farmasi, saat ini
penggunaannya masih terbatas dibuat dalam bentuk serbuk. Penelitian
menggunakan kulit kayu manis sebagai pengobatan topikal masih sedikit sehingga
diperlukan inovasi dalam pengembangannya dalam bentuk nanoemulgel dengan
menggunakan variasi konsentrasi polysorbate 20 dan memanfaatkan teknologi nano
untuk memaksimalkan penghantaran zat aktif obat ke dalam kulit.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakter sifat fisik nanoemulgel
fraksi etil asetat ekstrak kulit kayu manis dan stabilitasnya selama masa
penyimpanan sehingga dapat dipilih formula terbaik diantara ketiga formula yang
menggunakan variasi konsentrasi polysorbate 20 sebagai surfaktan.
Metode: Penelitian diawali dengan proses ekstraksi maserasi serbuk kayu manis,
fraksinasi ekstrak kayu manis, skrining fitokimia pada fraksi, formulasi nanoemulsi
fraksi etil asetat kayu manis dengan metode ultrasonikasi menggunakan variasi
polysorbate 20 1g (F1), 1,5g (F2), dan 2g (F3). Selanjutnya dilakukan karakterisasi
nanoemulgel menggunakan PSA pada seluruh formula variasi polysorbate 20 dan
dilakukan uji stabilitas meliputi sifat fisiknya selama bulan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak kulit kayu
manis menunjukkan positif adanya senyawa flavonoid. Pengamatan organoleptis
menunjukkan nanoemulgel berbentuk kental, berwarna kuning kecoklatan, dan
berbau khas kayu manis. Nanoemulgel variasi F1 menghasilkan ukuran partikel,
indeks polidispersitas, dan zeta potensial berturut-turut yaitu 442,5 nm; 0,37; dan -
80,7 mV. Variasi F2 menghasilkan ukuran partikel 412,4 nm; nilai PI sebesar 0,58;
dan nilai zeta potensial -82,6 mV. Pada F3 yaitu menghasilkan 366 nm untuk
ukuran partikel; 0,37 untuk nilai PI; dan -87,1 mV untuk nilai zeta potensial. Hasil
pengamatan morfologi partikel, nanoemulgel yang dibaca menggunakan TЕM
berbentuk spheris. Hasil uji stabilitas, ketiga formula terjadi perubahan secara
bermakna dengan nilai p<0,05. Akan tetapi berdasarkan hasil pengukuran setiap
parameter, F2 (Tween 20 2g) mengalami peningkatan ukuran partikel yang
melebihi rentang persyaratan, sedangkan F1 (Tween 20 1g) dan F2 (Tween 1,5g)
diketahui masih dalam rentang persyaratan.
Kesimpulan: Fraksi etil asetat kayu manis dapat dibuat menjadi sediaan
nanoemulgel dengan formula terbaik adalah nanoemulgel dengan variasi F2
(Tween 20 1,5g). Uji Stabilitas formula ini menujukkan peningkatan ukuran | en_US |