Show simple item record

dc.contributor.authorAnjari, Rohmah Sigi
dc.date.accessioned2025-09-02T07:39:04Z
dc.date.available2025-09-02T07:39:04Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57628
dc.description.abstractLatar belakang: Kulit kayu manis diketahui memiliki potensi aktivitas farmakologi yang belum banyak dikembangkan menjadi sediaan farmasi, saat ini penggunaannya masih terbatas dibuat dalam bentuk serbuk. Penelitian menggunakan kulit kayu manis sebagai pengobatan topikal masih sedikit sehingga diperlukan inovasi dalam pengembangannya dalam bentuk nanoemulgel dengan menggunakan variasi konsentrasi polysorbate 20 dan memanfaatkan teknologi nano untuk memaksimalkan penghantaran zat aktif obat ke dalam kulit. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakter sifat fisik nanoemulgel fraksi etil asetat ekstrak kulit kayu manis dan stabilitasnya selama masa penyimpanan sehingga dapat dipilih formula terbaik diantara ketiga formula yang menggunakan variasi konsentrasi polysorbate 20 sebagai surfaktan. Metode: Penelitian diawali dengan proses ekstraksi maserasi serbuk kayu manis, fraksinasi ekstrak kayu manis, skrining fitokimia pada fraksi, formulasi nanoemulsi fraksi etil asetat kayu manis dengan metode ultrasonikasi menggunakan variasi polysorbate 20 1g (F1), 1,5g (F2), dan 2g (F3). Selanjutnya dilakukan karakterisasi nanoemulgel menggunakan PSA pada seluruh formula variasi polysorbate 20 dan dilakukan uji stabilitas meliputi sifat fisiknya selama bulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak kulit kayu manis menunjukkan positif adanya senyawa flavonoid. Pengamatan organoleptis menunjukkan nanoemulgel berbentuk kental, berwarna kuning kecoklatan, dan berbau khas kayu manis. Nanoemulgel variasi F1 menghasilkan ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial berturut-turut yaitu 442,5 nm; 0,37; dan - 80,7 mV. Variasi F2 menghasilkan ukuran partikel 412,4 nm; nilai PI sebesar 0,58; dan nilai zeta potensial -82,6 mV. Pada F3 yaitu menghasilkan 366 nm untuk ukuran partikel; 0,37 untuk nilai PI; dan -87,1 mV untuk nilai zeta potensial. Hasil pengamatan morfologi partikel, nanoemulgel yang dibaca menggunakan TЕM berbentuk spheris. Hasil uji stabilitas, ketiga formula terjadi perubahan secara bermakna dengan nilai p<0,05. Akan tetapi berdasarkan hasil pengukuran setiap parameter, F2 (Tween 20 2g) mengalami peningkatan ukuran partikel yang melebihi rentang persyaratan, sedangkan F1 (Tween 20 1g) dan F2 (Tween 1,5g) diketahui masih dalam rentang persyaratan. Kesimpulan: Fraksi etil asetat kayu manis dapat dibuat menjadi sediaan nanoemulgel dengan formula terbaik adalah nanoemulgel dengan variasi F2 (Tween 20 1,5g). Uji Stabilitas formula ini menujukkan peningkatan ukuranen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKulit Kayu Manisen_US
dc.subjectFraksi Etil Asetaten_US
dc.subjectNanopartikelen_US
dc.subjectPolysorbate 20en_US
dc.titleFormulasi dan Karakterisasi Nanoemulgel Fraksi Etil Asetat Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) dengan Variasi Konsentrasi Polysorbate 20en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19613072


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record