Isolasi Minyak Kayu Manis (C. Burmannii) dan Sintesis Senyawa Turunan Kalkon sebagai Kemosensor Sulfida dalam Pelarut Etanol
Abstract
Sulfida (S2-) merupakan anion yang dapat memberikan dampak negatif dalam
pengolahan bahan bakar dengan cara menonaktifkan katalis (catalyst poison),
sehingga kadarnya perlu dikontrol sebelum dilakukan pengolahan. Salah satu cara
untuk mendeteksi kandungan sulfida yaitu dengan senyawa kalkon secara
kemosensorik. Salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai prekursor kalkon
yaitu senyawa sinamaldehid yang dapat diisolasi dari kulit kayu manis. Penelitian
ini bertujuan untuk mengisolasi sinamaldehid dari kulit kayu manis dan
menggunakannya sebagai prekursor senyawa turunan kalkon dan mengujinya
sebagai kemosensor anion sulfida.
Penelitian ini memiliki 3 tahapan yaitu (1) destilasi kulit kayu manis dengan metode
destilasi uap air dan karakterisasinya; (2) sintesis kalkon dengan senyawa prekursor
sinamaldehid dan 4-hidroksiasetofenon dikatalisis oleh NaOH 40% menggunakan
metode Refluks dan Microwave Assisted Organic Synthesis (MAOS) dan
elusidasinya menggunakan Fourier Transform-Infrared (FT-IR), Liquid
Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) dan Nuclear Magnetic Resonance
(NMR); (3) uji potensi kemosensor senyawa turunan kalkon yang telah disintesis
dengan uji solvatokromik dan uji selektivitas anion.
Hasil penelitian yang didapat yaitu (1) minyak kayu manis terbanyak didapat pada
bentuk serpihan kasar dan memberikan rendemen sebesar 0,22% serta hasil
karakterisasi setelah dibandingkan dengan SNI telah memenuhi syarat; (2) didapat
serbuk merah dengan rendemen 26,46% dan 70,17% pada metode Refluks dan
MAOS. Hasil Karakterisasi FT-IR menunjukkan terdapat ikatan C=O karbonil dan
-OH, hasil NMR menunjukkan terdapat 8 sinyal yang terdeteksi dan hasil LCMS
menunjukkan adanya sinyal pada 250,3 m/z yang menunjukkan terbentuknya
senyawa turunan kalkon yang ditargetkan; (3) Uji solvatokromik menunjukkan
pelarut yang memberikan perubahan tajam secara visual dan Spektrofotometer UVVisible (UV-Vis) yaitu pelarut Etanol, Kloroform dan DMSO dan Uji selektivitas
menunjukkan anion sulfida (S2) memberikan perubahan yang signifikan secara
visual serta pada hasil Spektra UV-Vis dalam panjang gelombang 450-550 nm.
Collections
- Chemistry [751]
