| dc.description.abstract | Menuju semester akhir perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada banyak risiko
tekanan akademik sehingga membutuhkan sikap resilien. Resiliensi akademik
adalah kondisi individu mampu bertahan dalam situasi sulit akademik. Sedangkan
self-compassion atau welas asih diri merupakan kemampuan mengenali diri
secara positif untuk menghadang perilaku negatif. Hipotesis penelitian ini adalah
akan adanya hubungan antara resiliensi akademik dan self-compassion pada
mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas akhir. Skala
penelitian yang digunakan adalah Skala Resiliensi Akademik versi Indonesia
(Cassidy, 2016) yang terdiri dari 30 aitem dan Skala Self-Compassion (Neff,
2003a) dengan 26 aitem yang sudah diadaptasi oleh peneliti. Penulis melakukan
pengambilan data penelitian pada 230 mahasiswa seluruh perguruan tinggi di
Indonesia yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Hasil penelitian
menunjukkan adanya hubungan yang positif antara resiliensi akademik dan self-
compassion pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi atau
tugas akhir. Analisis lanjutan pada data demografi yang dikumpulkan pada
penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan prediktor pada usia,
gender, asal universitas, dan lamanya partisipan mengerjakan skripsi. Kemudian,
peran aitem pada variabel self-compassion terbesar pada kestabilan emosi
individu ketika dihadapkan pada sebuah tantangan, kegagalan, atau penderitaan
dalam hidup. | en_US |