| dc.description.abstract | Penilaian kinerja maupun penelitian terkait stabilitas bank syariah masih didominasi
oleh pengukuran keuangan umum yang kurang dapat menjelaskan karakteristik bank
syariah. Di lain sisi, kajian tentang penerapan maqasid syariah pada sistem perbankan
yang terukur masih memiliki banyak celah untuk diteliti dan dikembangkan. Maka dari
itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait hubungan antara Maqasid Index
(MI) dan stabilitas bank syariah di Indonesia, diproksikan oleh Z-score yang menilai
kemampuan bank untuk menghindari insolvency risk. Data berupa panel tahunan
terdiri dari objek penelitian berupa 8 BUS di Indonesia dengan periode penelitian
selama tahun 2010-2020. Estimasi menggunakan pendekatan Random Effect Model
(REM) dengan metode Generalised Least Squares (GLS). Dari penelitian ini
ditemukan bahwa selama periode penelitian terjadi penurunan tingkat stabilitas dan
adanya kenaikan indeks maqasid. Secara berurutan, BCAS, BNI dan BRIS memiliki
Z-score tertinggi, sementara Maqasid Index tertinggi diraih oleh BPDS, BBS dan BMI.
Untuk hasil estimasi didapati hubungan negatif signifikan dari Maqasid Index dan
PDB, sementara Size dan CAR berpengaruh positif signifikan terhadap Z-score. Selain
itu, tidak ditemukan hubungan inflasi dan tingkat suku bunga terhadap Z-score.
Hubungan negatif antara Maqasid Index dan Z-score utamanya disebabkan oleh
manajemen yang kurang cakap dan kualitas pembiayaan yang buruk, serta pencapaian
kinerja maqasid yang timpang di antara ketiga tujuannya (Pendidikan, Keadilan dan
Maslahah). | en_US |