Show simple item record

dc.contributor.authorWaffiya, Diva
dc.date.accessioned2025-09-01T05:16:41Z
dc.date.available2025-09-01T05:16:41Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57595
dc.description.abstractKejahatan transnasional terorganisir adalah salah satu isu yang menjadi fokus bagi negara-negara di dunia. Perdagangan manusia merupakan satu dari sekian contoh bentuk kejahatan transnasional terorganisir. Kejahatan ini seringkali dilakukan oleh geng. El Salvador merupakan negara yang memiliki concern terhadap penumpasan kejahatan geng, termasuk perdagangan manusia. Kejahatan ini disebabkan adanya faktor ekonomi dan migrasi tidak teratur. Kebanyakan korban dari perdagangan manusia adalah perempuan dan anak-anak. Kejahatan dimanifestasikan dengan berbagai bentuk eksploitasi. Pemerintah Bukele merespon kejahatan geng dengan keras dan radikal. Keanggotaannya dalam UNTOC dan Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children dianggap dapat mengupayakan pemenuhan kepentingan nasional El Salvador. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan Compliance Theory oleh Ronald B Mitchell dalam menganalisis tingkat kepatuhan tindakan dan kebijakan El Salvador terhadap kedua perjanjian di atas sebagai Negara Pihak.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEl Salvadoren_US
dc.subjectPerdagangan Manusiaen_US
dc.subjectUNTOCen_US
dc.subjectTeori Kepatuhanen_US
dc.subjectKepentingan Nasionalen_US
dc.titleAnalisis Kepatuhan Pemerintah El Salvador Terhadap Untoc dalam Upaya Penanganan Human Trafficking (2019 - 2022)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323022


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record