| dc.description.abstract | Kekerasan kultural merupakan isu yang penting untuk dibahas, terlebih
yang terjadi terhadap orang dengan albinisme di Tanzania. Kekerasan yang terjadi
terhadap orang dengan albinisme di Tanzania telah terjadi sejak tahun 2000.
Namun, jika berlandaskan pada jumlah kekerasan yang terdata dan dilaporkan,
yakni terdapat pada laporan UTSS yang mana sejak tahun 2006 kekerasan
terhadap orang dengan albinisme di Tanzania tercatat sebanyak 158 laporan.
Orang dengan albinisme acapkali mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi
seperti diperjualbelikan, dibunuh, dimutilasi, dan lainnya. Adapun pada tahun
tersebut merupakan masa pemerintahan dari Presiden Jakaya Kikwete. Pada masa
pemerintahannya, berbagai kebijakan maupun tindakan telah dilakukan oleh
pemerintah dalam mengatasi kekerasan ataupun serangan yang terjadi terhadap
orang dengan albinisme. Namun, kekerasan terhadap orang dengan albinisme
masih terus terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis
bentuk-bentuk kekerasan kultural yang dialami oleh orang dengan albinisme pada
tahun 2006-2015 menggunakan konsep kekerasan kultural yang dicetuskan oleh
Johan Galtung. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa aspek agama, bahasa, ilmu
formal, hingga kosmologi menjadi kacamata dalam menelaah kekerasan kultural
yang terjadi terhadap orang dengan albinisme. | en_US |