| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa kebijakan Pemerintah
Indonesia menghapus SIUP milik PT. Pusaka Benjina Resources atas pelanggaran
Human Trafficking yang dilakukan di Kawasan Indonesia. PT. Pusaka Benjina
Resources sendiri adalah perusahaan yang dimiliki oleh Thailand, yang mana
beroperasi untuk mencari ikan di wilayah perairan Indonesia yang di dalamnya
terungkap bahwa terdapat praktik Human Trafficking, yakni kegiatan perbudakan
terhadap para Anak Buah Kapal asing yang dipekerjakan secara tidak berperi
kemanusiaan, para ABK mendapatkan beberapa perlakuan yang kejam oleh
kapten kapal. Penelitian ini menggunakan teori Intermestik oleh Dyah E
Kurniawati untuk menganalisis mengapa Pemerintah Indonesia mengambil
langkah tersebut, dalam faktor internalnya Indonesia mengambil kebijakan
tersebut diikuti dengan pertimbangan dari beberapa faktor salah satunya yakni
Kondisi Masyarakat Indonesia yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan,
Pemerintah Indonesia sangat ingin tetap menjaga keutuhan serta keamanan
wilayah domestiknya termasuk para warganya. Serta dilihat pula dari faktor
eksternalnya mengapa kebijakan ini diambil salah satunya karena kasus Human
Trafficking ini sudah meresahkan seluruh masyarakat global jika tidak segera
ditangani. Penelitian ini akan menjawab lewat teori Intermestic yang
menghasilkan jawaban bahwasanya Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan
Pencabutan SIUP diikuti dengan pertimbangan dari beberapa faktor yang ada. | en_US |