Indikator Kegagalan Negara Sudan Selatan Tahun 2013-2022
| dc.contributor.author | Nugroho, Annisaa Diva | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-25T07:49:56Z | |
| dc.date.available | 2025-08-25T07:49:56Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | dspace.uii.ac.id/123456789/57559 | |
| dc.description.abstract | Konflik antara Sudan dengan Sudan Selatan sudah terjadi selama bertahun-tahun bahkan jauh sebelum Sudan Selatan merdeka. Kemerdekaan Sudan Selatan dari Sudan pun ternyata tidak membawa begitu banyak perubahan terhadap kondisi Sudan Selatan. Kondisi Sudan Selatan nyatanya masih belum berada di level sejahtera. Perang saudara dengan Sudan yang terjadi dalam puluhan tahun ternyata memberikan masalah besar terhadap Sudan Selatan. Tidak hanya itu, hal tersebut juga diperburuk dengan ketidakmampuan Sudan Selatan dalam menciptakan pemerintahan yang dapat bersatu dan saling bekerjasama. Keanekaragaman suku dan etnis di Sudan Selatan menjadi salah satu faktor yang membuatnya tidak dapat bersatu dan justru memperparah keadaan negara sampai saat ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan maraknya perang sipil yang terjadi bahkan antara Presiden dan wakilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penyebab kegagalan Sudan Selatan berdasarkan indikator- indikator pada teori failed states Robert Rotberg. | en_US |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Sudan Selatan | en_US |
| dc.subject | Kegagalan Negara | en_US |
| dc.subject | Konflik Sipil | en_US |
| dc.title | Indikator Kegagalan Negara Sudan Selatan Tahun 2013-2022 | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| dc.Identifier.NIM | 19323011 |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
International Relations [914]
