Show simple item record

dc.contributor.authorNugroho, Annisaa Diva
dc.date.accessioned2025-08-25T07:49:56Z
dc.date.available2025-08-25T07:49:56Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57559
dc.description.abstractKonflik antara Sudan dengan Sudan Selatan sudah terjadi selama bertahun-tahun bahkan jauh sebelum Sudan Selatan merdeka. Kemerdekaan Sudan Selatan dari Sudan pun ternyata tidak membawa begitu banyak perubahan terhadap kondisi Sudan Selatan. Kondisi Sudan Selatan nyatanya masih belum berada di level sejahtera. Perang saudara dengan Sudan yang terjadi dalam puluhan tahun ternyata memberikan masalah besar terhadap Sudan Selatan. Tidak hanya itu, hal tersebut juga diperburuk dengan ketidakmampuan Sudan Selatan dalam menciptakan pemerintahan yang dapat bersatu dan saling bekerjasama. Keanekaragaman suku dan etnis di Sudan Selatan menjadi salah satu faktor yang membuatnya tidak dapat bersatu dan justru memperparah keadaan negara sampai saat ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan maraknya perang sipil yang terjadi bahkan antara Presiden dan wakilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penyebab kegagalan Sudan Selatan berdasarkan indikator- indikator pada teori failed states Robert Rotberg.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSudan Selatanen_US
dc.subjectKegagalan Negaraen_US
dc.subjectKonflik Sipilen_US
dc.titleIndikator Kegagalan Negara Sudan Selatan Tahun 2013-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323011


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record