Show simple item record

dc.contributor.authorS, Muhammad Ikhwan
dc.date.accessioned2025-08-22T02:07:13Z
dc.date.available2025-08-22T02:07:13Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57522
dc.description.abstractPemanis adalah salah satu barang yang sering dikonsumsi oleh manusia. Pemanis yang paling mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari adalah pemanis sukrosa yang diambil dari sari tanaman tebu. Meskipun begitu harganya yang cukup mahal per kilogramnya membuat manusia membuat pemanis tiruan yang kadar manisnya mampu menyamai atau melebihi manis gula sukrosa. Ada yang setengah kali lebih manis ada yang tiga ratus kali lebih manis. Manitol adalah salah satu pemanis buatan yang dibuat manusia dengan cara menambahkan hidrogen ke gugus hidroksil yang bebas. Manitol juga berkerabat dengan Sorbitol atau lebih dikenal dengan istilah isomer. Baik manitol dan sorbitol memiliki rumus kimia yang sama yaitu C6H14O6 hanya saja berbeda di posisi mana hidrogen adisi terikat di rantai karbon kedua. Meskipun mirip penggunaan Manitol di kehidupan sehari-hari lebih terbatas dan spesifik. Ketika sorbitol lebih sering digunakan untuk keperluan pangan sebagai pemanis buatan. Manitol di lain sisi lebih ke arah pengobatan medis. Terutama untuk mengurangi tekanan intrakranial, edema, pengobatan penyakit ginjal dan lain-lain. Hal ini dikarenakan manitol memiliki efek samping bila dikonsumsi berlebihan seperti gelisah, mual, sakit perut, diare, dan lain-lain. Prarancangan pabrik manitol ini menggunakan metode hidrogenasi katalitik dengan menggunakan bahan baku fruktosa yang sudah umum digunakan oleh banyak pabrik dan gas hidrogen sebagai bahan adisi, proses hidrogenasi adalah proses penambahan gas hidrogen ke larutan target dengan menyemprotkan gas hidrogen melalui kolom larutan dibantu dengan katalis raney nikel yang akan menghasilkan manitol berbanding dengan sorbitol sebanyak 50 : 50. Pada prarancangan pabrik ini didapat evaluasi ekonomi dengan harga jual kurang lebih $18 didapat ROI sesudah pajak sebesar 27,32 %, POT Setelah Pajak Sebesar 2,83 tahun BEP pada 25,26 % dan SDP pada 8,58 % kapasitas serta nilai DCFR sebesar 9 %. Sehingga prarancangan pabrik ini dinyatakan layak untuk didirikan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHidrogenasien_US
dc.subjectKebutuhan Manitolen_US
dc.subjectManitolen_US
dc.subjectPemanisen_US
dc.subjectPenggunaan Manitolen_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Manitol dari Fruktosa dengan Proses Hidrogenasi Katalitik Kapasitas 6.000 Ton/tahunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM16521123


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record