Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Operasi Ortopedi Kasus Fraktur Terbuka di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Abstract
Latar belakang: Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu infeksi
nosokomial atau infeksi yang kerap terjadi setelah operasi yang dapat disebabkan
mikroorganisme patogen contohnya bakteri. Timbulnya ILO dapat berisiko menjadi
penyebab utama peningkatan mortalitas dan morbiditas pasien rawat inap di rumah
sakit. Demikian halnya pada pasien dengan operasi ortopedi dengan kasus patah
tulang terbuka (open fracture), penggunaan antibiotik profilaksis yang tepat
diperlukan karena merupakan jenis operasi yang berisiko tinggi memicu timbulnya
infeksi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian jenis, dosis cara
dan lama pemberian antibiotik profilaksis berdasarkan pedoman dari permenkes RI,
serta hubungannya dengan kejadian infeksi luka operasi.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong-lintang yang
melibatkan sebanyak 94 pasien yang menjalani operasi patah tulang terbuka dan
menggunakan antibiotik profilaksis pada tahun 2020-2022. Pengambilan data
dilakukan secara retrospektif melalui elektronik rekam medik dengan teknik
pengambilan sampel jenuh. Parameter kesesuaian penggunaan antibiotik meliputi
jenis, dosis, cara dan lama pemberian antibiotik profilaksis. Pengolahan dan analisis
data dilakukan menggunakan program (SPSS) dengan uji chi-square. Kelayakan
etik penelitian ini diajukan ke komite etik yang ditentukan pihak rumah sakit
Muhammadiyah Gamping.
Hasil: kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis sebelum operasi yang tepat
menurut jenis antibiotiknya sebesar 63,8%, menurut dosis 100%, cara pemberian
8,5% dan lama pemberian 81,9%.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapatnya hubungan antara kesesuaian
lama pemberian antibiotik profilaksis dengan kejadian infeksi luka operasi yang
memiliki p value < 0,05 yaitu 0,010.
Collections
- Pharmacy [1896]
