Fotodegradasi Amoksisilin menggunakan Katalis Ag2o-fe304/selulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit
Abstract
Penelitian tentang komposit Ag2O-Fe3O4/Selulosa menggunakan bahan dasar
tandan kosong kelapa sawit untuk disintesis menjadi selulosa. Proses sintesis
selulosa dilakukan melalui tiga tahap yaitu delignifikasi, bleaching, dan hidrolisis
asam. Komposit dibuat dari selulosa yang didoping menggunakan logam
semikonduktor Ag2O-Fe3O4 dan disintesis menggunakan metode pirolisis pada
suhu 350°C selama 2 jam. Hasil sintesis yang diperoleh kemudian dilakukan
karakterisasi menggunakan instrumen FTIR, Scanning Elektron Microscopy
(SEM), X-Ray Diffraction (XRD), Vibrating Sample Magnetometer (VSM) dan
Gas Sorption Analyzer (GSA). Hasil karakterisasi diperoleh spektra komposit
Ag2O-Fe3O4/Selulosa mempunyai gugus fungsi Ag-O dan Fe-O yang menunjukkan
bahwa sintesis komposit telah berhasil dilakukan. Unsur Fe dan Ag merupakan
salah satu unsur yang paling dominan dalam komponen penyusun komposit dengan
konsentrasi sebesar 34,60% dan 25,01 %. Selulosa memiliki rongga berpori yang
tidak beraturan dengan struktur kristal berbentuk SC (simple cubic) dengan ratarata FWHM (Full Width Half Maximum) sebesar 40,77 nm. Sedangkan struktur
kristal dari komposit Ag2O-Fe3O4/Selulosa yaitu SC (simple cubic) dan FCC (Face
Centered Cubic) serta dengan rata-rata FWHM (Full Width HalfMaximum) sebesar
39,67 nm. Komposit mempunyai saturation magnetization (Ms) 42,35 emu/gm,
remanence (Mr) 5,82 emu/gm, dan coertity (Hc) 131,69 Oe. Proses adsorpsidesorpsi komposit Ag2O-Fe3O4/Selulosa mengikuti kurva isoterm tipe IV
mesopori, dengan luas permukaan 255,577 m²/g, volume total pori 0,0787 cc/g serta
ukuran pori 8,033 nm dan berat gas yang teradsorp monolayer (Wm) 0,006.
Amoksisilin terdegradasi optimum pada pH 6 di waktu 90 menit dan persen
degradasi 96,368%, mengikuti metode isoterm freundlich dengan nilai R2 sebesar
0,998 serta mengikuti pseudo orde 1 untuk variasi pH dan pseudo orde 2 untuk
variasi konsentrasi.
Collections
- Chemistry [751]
