Komunikasi Publik Bidang Kesehatan: Kajian Empiris dan Arah Strategis di Era Digital
Abstract
Pidato ini membahas pentingnya komunikasi publik di bidang kesehatan, khususnya dalam konteks pandemi COVID-19 dan era digital. Pandemi COVID-19 menjadi katalis perubahan besar dalam strategi komunikasi kesehatan, menekankan peran media digital sebagai saluran utama untuk promosi kesehatan. Komunikasi publik yang efektif diperlukan untuk mengurangi ketidakpastian, membangun kepercayaan, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat. Di Indonesia, tantangan komunikasi publik mencakup inkonsistensi pesan, pengaruh politik, dan defisit empati dalam komunikasi pejabat publik. Kajian empiris menunjukkan bahwa perilaku pencarian informasi kesehatan dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, teknologi, dan budaya, dengan media sosial menjadi platform utama. Namun, media sosial juga memicu tantangan seperti misinformasi dan infodemi. Rekomendasi strategis meliputi penguatan literasi digital, kurasi konten, adaptasi pesan dengan nilai budaya lokal, dan integrasi behavioral insights dalam desain komunikasi. Selain itu, kualitas interaksi tenaga kesehatan dengan pasien di layanan digital harus ditingkatkan, sambil menjaga sentuhan humanis. Perguruan tinggi diharapkan memperkuat kurikulum komunikasi kesehatan dan membentuk pusat studi untuk riset dan advokasi. Pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi, budaya, dan inovasi diharapkan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan, membangun ketahanan masyarakat, dan menjawab tantangan kesehatan di masa depan.
Collections
- Professor's Speech [30]
