Sintesis Nife2o4 /bentonit dengan Variasi Suhu Kalsinasi Sebagai Katalis pada Oksidasi Metil Violet
Abstract
Pada penelitian ini dilakukan sintesis NiFe2O4/Bentonit untuk diaplikasikan pada
degradasi zat warna melalui proses oksidasi lanjutan. Sintesis dilakukan dengan metode
kopresipitasi diikuti dengan proses hidrotermal yang menyemaikan nanopartikel ke
dalam struktur bentonit. Pengaruh suhu kalsinasi dipelajari dengan membandingkan
suhu 400 °C dan 500 °C selama 2 jam. Karakteristik fisikokimia bahan dianalisis
dengan menggunakan X-Ray Diffraction yang menunjukan bahwa NiFe2O4/bentonit
pada suhu 400 °C memiliki ukuran kristal rata-rata sebesar 2,81 nm dan pada suhu 500
°C memiliki ukuran kristal sebesar 2,70 nm sehingga fase yang terbentuk dari kedua
sintesis ini berupa fasa kristalin. Hasil SEM menunjukan morfologi permukaan yang
terlihat sedikit perbedaan antara suhu 400 °C dengan suhu 500 °C, dimana suhu 500 °C
lebih halus dibandingkan dengan suhu 400°C. Pada permukaan NiFe2O4/Bentonit
memiliki ukuran pori seragam dengan warna l0ebih terang, dan Hasil analisis GSA
kedua sampel menunjukkan pada suhu 400 °C memiliki luas permukaan 92,83 m2
/g
dengan volume pori 0,16 cc/g kemudian pada suhu 500 °C memiliki luas permukaan
90,88 m2
/g dengan volume pori 0,14 cc/g. Ukuran pori pada suhu 400 °C dan 500 °C
masing-masing sebesar 2,05 nm dan 2,03 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kenaikan temperatur kalsinasi berpengaruh terhadap kemampuan degradasi metil violet.
Peningkatan temperatur kalsinasi mengakibatkan kerusakan pada permukaan bentonit
dan membuat luas permukaan berkurang. Hal ini berpengaruh pada berkurangnya
kemampuan NiFe2O4/Bentonit dalam mendegradasi metil violet.
Collections
- Chemistry [751]
