Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Berkelanjutan dengan Model Digital SCOR 14 untuk UKM Indonesia
Abstract
Pidato pengukuhan profesor ini menyoroti peran krusial manajemen rantai pasok dan logistik dalam meningkatkan produktivitas nasional dan daya saing ekonomi, dengan fokus pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Meskipun UKM memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian, mereka menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan manajemen rantai pasok hijau (Green Supply Chain Management/GSCM) dan berkelanjutan (Sustainable Supply Chain Management/SSCM) karena keterbatasan sumber daya, teknologi, dan kesadaran. Untuk mengatasi hal ini, model Supply Chain Operation Reference (SCOR) diusulkan sebagai solusi. Model SCOR, khususnya versi Digital SCOR 14, menyediakan kerangka kerja holistik dan standar industri untuk merancang, mengukur, dan meningkatkan kinerja rantai pasok, termasuk aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. SCOR DS (Digital Standard) versi 14.0, yang merupakan pembaruan substansial dari model sebelumnya, mengintegrasikan standar keberlanjutan dan mendukung koordinasi rantai pasok secara end-to-end, mengubah pemikiran dari model linier ke jaringan yang lebih sinkron. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Kusrini dan timnya telah mengembangkan dan memvalidasi model pengukuran kinerja rantai pasok untuk UKM, termasuk integrasi dengan Balanced Scorecard dan penggunaan SCOR Racetrack untuk perbaikan berkelanjutan . Implementasi model SCOR ini bertujuan untuk standardisasi kinerja, proses, praktik terbaik, dan kompetensi sumber daya manusia (people) di UKM, yang esensial untuk mengakselerasi perkembangan UKM dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Collections
- Professor's Speech [30]
