| dc.description.abstract | Pidato pengukuhan professor ini berfokus pada remediasi lingkungan tanah dan air, khususnya aplikasi proses fitoremediasi dan elektrokimia. Topik ini didasarkan pada pengalaman penelitiannya selama lebih dari 10 tahun di Grup Penelitian Remediasi Lingkungan (ENVIRO-G) FMIPA UII, yang hasilnya telah banyak dipublikasikan di jurnal internasional dan buku. Studi ini mengevaluasi proses remediasi elektrokinetik, gabungan elektrokinetik dengan fitoremediasi (EAPR), serta gabungan zona penjebak dengan remediasi elektrokinetik (EZ/EK). Pencemaran lingkungan, baik air maupun tanah, merupakan masalah serius di Indonesia, dengan Sungai Citarum dan Kahayan termasuk di antara sungai paling tercemar di dunia, dan 34% tanah dinyatakan tercemar. Remediasi lingkungan bertujuan untuk memulihkan lingkungan dengan menghilangkan zat pencemar melalui penahanan, pemisahan, dan penguraian . Fitoremediasi, sebagai praktik In-situ, memanfaatkan tanaman untuk menyerap, mengurai, atau mengimobilisasi polutan, meskipun prosesnya lambat dan terbatas pada jangkauan akar tanaman. Proses elektrokinetik, juga In-situ, menggunakan tegangan DC rendah untuk memindahkan polutan, namun proses ini dapat menyebabkan perubahan pH tanah. Kombinasi kedua metode ini, EAPR, mengatasi keterbatasan fitoremediasi dengan mempercepat penyerapan logam berat oleh tanaman, terutama dengan konfigurasi elektroda katoda berbentuk pot yang terbukti efektif. Pemilihan teknologi remediasi yang tepat harus mempertimbangkan kondisi lokasi, jenis dan toksisitas polutan, serta aspek geografis dan sosial masyarakat. | |