| dc.description.abstract | Inovasi pengembangan kota kecil di Indonesia sangat penting, terutama dalam konteks perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan harus dilakukan secara simultan dengan pendekatan top-down dan bottom-up yang mengintegrasikan kearifan lokal seperti konsep Catur Gatra Tunggal dan Surya Mandala Majapahit. Hubungan desa-kota kini semakin kompleks, dan pembangunan kota harus mempertimbangkan perspektif pedesaan, mendorong simbiosis mutualisme, serta menguatkan perdesaan untuk mencapai keseimbangan pembangunan. Keberhasilan pembangunan kota juga ditentukan oleh kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal MBR, dengan pemerintah kota diharapkan memfasilitasi pembangunan dan perolehan rumah bagi MBR secara bertahap dan berkelanjutan. Pengembangan pariwisata daerah melalui hilirisasi desa-kota menjadi strategi potensial untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, seperti terlihat di Kawasan Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata, tenaga kerja hotel, dan pajak hotel. Inovasi dalam pengembangan kota kecil juga mencakup peningkatan konektivitas, dengan fokus pada inovasi morfologi perumahan MBR dan inovasi struktur serta konstruksi menggunakan material sederhana namun efektif dan efisien seperti pipa paralon dan GRC untuk rumah tahan gempa, yang telah diuji melalui prototipe. | |