| dc.description.abstract | Bata ringan merupakan material alternatif yang biasa digunakan sebagai pegganti bata merah.
Penggunaan bata ringan dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan karena tidak memerlukan
penggalian tanah liat dan pembakaran tungku yang berdampak pada degradasi lingkungan dan polusi
udara. Dalam rangka mengurangi isu lingkungan yang terjadi saat ini, pemanfaatan limbah sebagai
bahan konstruksi menjadi solusi yang ideal untuk diaplikasikan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan limbah serbuk kayu sebagai pengganti sebagian pasir dalam
bahan pembuatan bata rungan Cellular Lightweight Concrete yang ramah lingkungan. Untuk
menghasilkan ikatan yang baik pada bahan campuran berbahan limbah tersebut, digunakan
penambahan kapur tohor (CaO) sebagai pengganti sebagian semen yang dinilai dapat memperkuat
ikatan campuran pada beton.
Pada Penelitian ini variasi campuran serbuk kayu yang digunakan adalah 2% ,4%, 6%, 8%,
dan 10%. Penambahan kapur tohor yang digunakan adalah 5% pada tiap variasi campuran bata
ringan serbuk kayu. Pengujian yang dilakukan meliputi berat isi dan penyerapan air dengan benda
uji berukuran 20cm x 20cm x 20cm dan pengujian kuat tekan dengan benda uji berukuran 10cm x
10cm x 10cm mengacu pada SNI 8640-2018.
Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan serbuk kayu pada campuran bata ringan dapat
meningkatkan penyerapan air secara signifikan pada benda uji bata ringan. Penggunaan serbuk kayu
pada campuran berpengaruh pada menurunnya kuat tekan bata ringan seiring bertambahnya
persentase serbuk kayu yang digunakan. Penggunaan kapur tohor 5% mampu meningkatkan kuat
tekan bata ringan dengan campuran serbuk kayu secara signifikan. Nilai kuat tekan tertinggi terdapat
pada bata ringan dengan campuran 0% serbuk kayu dan 5% kapur tohor, yaitu sebesar 0,523 MPa.
sedangkan kuat tekan terendah didapat pada campuran 10% serbuk kayu sebesar 0,256 MPa. | en_US |