Show simple item record

dc.contributor.authorAhsan, Muhammad Fadhil Amr
dc.date.accessioned2025-08-01T06:09:17Z
dc.date.available2025-08-01T06:09:17Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/57294
dc.description.abstractBata ringan merupakan material alternatif yang biasa digunakan sebagai pegganti bata merah. Penggunaan bata ringan dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan karena tidak memerlukan penggalian tanah liat dan pembakaran tungku yang berdampak pada degradasi lingkungan dan polusi udara. Dalam rangka mengurangi isu lingkungan yang terjadi saat ini, pemanfaatan limbah sebagai bahan konstruksi menjadi solusi yang ideal untuk diaplikasikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah serbuk kayu sebagai pengganti sebagian pasir dalam bahan pembuatan bata rungan Cellular Lightweight Concrete yang ramah lingkungan. Untuk menghasilkan ikatan yang baik pada bahan campuran berbahan limbah tersebut, digunakan penambahan kapur tohor (CaO) sebagai pengganti sebagian semen yang dinilai dapat memperkuat ikatan campuran pada beton. Pada Penelitian ini variasi campuran serbuk kayu yang digunakan adalah 2% ,4%, 6%, 8%, dan 10%. Penambahan kapur tohor yang digunakan adalah 5% pada tiap variasi campuran bata ringan serbuk kayu. Pengujian yang dilakukan meliputi berat isi dan penyerapan air dengan benda uji berukuran 20cm x 20cm x 20cm dan pengujian kuat tekan dengan benda uji berukuran 10cm x 10cm x 10cm mengacu pada SNI 8640-2018. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan serbuk kayu pada campuran bata ringan dapat meningkatkan penyerapan air secara signifikan pada benda uji bata ringan. Penggunaan serbuk kayu pada campuran berpengaruh pada menurunnya kuat tekan bata ringan seiring bertambahnya persentase serbuk kayu yang digunakan. Penggunaan kapur tohor 5% mampu meningkatkan kuat tekan bata ringan dengan campuran serbuk kayu secara signifikan. Nilai kuat tekan tertinggi terdapat pada bata ringan dengan campuran 0% serbuk kayu dan 5% kapur tohor, yaitu sebesar 0,523 MPa. sedangkan kuat tekan terendah didapat pada campuran 10% serbuk kayu sebesar 0,256 MPa.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSerbuk Kayuen_US
dc.subjectCellular Lightweight Concreteen_US
dc.subjectKapur Tohoren_US
dc.subjectBata Ringanen_US
dc.titlePengaruh Penggunaan Serbuk Kayu dan Kapur Tohor Sebagai Bahan Subtitusi Pada Campuran Bata Ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18511119


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record