| dc.description.abstract | Latar belakang: Jahe mengandung 6-gingerol yang memiliki aktivitas sebagai imunomodulator. Senyawa 6-gingerol memiliki kelarutan dan bioavailabilitas rendah sehingga sediaan jahe perlu dibuat dalam bentuk sediaan Self- Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Uji immunostimulan yang dilakukan menggunakan sel RAW 264.7 sebagai model.
Tujuan: Menguji efektivitas jahe dalam bentuk sediaan SNEEDS sebagai immunostimulan dengan parameter indeks, kapasitas fagositosis dan kadar nitrit oksida pada sel RAW terhadap lateks secara in vitro.
Metode: Uji aktivitas fagositosis dan pengukuran kadar nitrit oksida menggunakan sampel SNEDDS jahe, ekstrak jahe dan basis dengan masing-masing konsentrasi (50; 25; 12,5 dan 6,25 μg/mL). Aktivitas fagositosis diperoleh dari perhitungan indeks dan kapasitas fagositosis dengan mengamati sel RAW menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40x, sedangkan pengukuran kadar nitrit oksida diukur secara spektrofotometri.
Hasil: Sampel SNEDDS jahe dengan konsentrasi 50 μg/mL memiliki aktivitas fagositosis tertinggi dengan indeks 1,43 ± 0,03 dan kapasitas 93,00 ± 0,02% dibandingkan dengan ekstrak jahe dan basis. Sampel SNEDDS jahe dengan konsentrasi 50 μg/mL mengalami kenaikan produksi nitrit oksida tertinggi 170,221% atau 2,7 kali lipat dari kontrol sel dibandingkan dengan ekstrak jahe dan basis.
Kesimpulan: SNEDDS jahe sebagai imunostimulan dapat meningkatkan aktivitas fagositosis dan produksi kadar nitrit oksida pada sel RAW. | en_US |