• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Mathematics and Natural Sciences
    • Pharmacy
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Uji Sitotoksisitas Sediaan Serum Nanopartikel Emas Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera (L.) Burm.f.) pada Sel Melanoma

    Thumbnail
    View/Open
    19613175.pdf (2.705Mb)
    Date
    2023
    Author
    Salsabila, Raissa Bunga
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.F.) merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk perawatan kulit. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak Aloe vera dapat dibuat menjadi sediaan serum nanopartikel emas, namun belum diketahui sifat keamanannya dan efektivitasnya sebagai pelindung sel dari radiasi UV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil sitotoksisitas sediaan serum nanopartikel emas dari ekstrak Aloe vera pada sel melanoma, serta untuk mengetahui tingkat kerusakan sel melanoma setelah diberi paparan sinar UVA dan UVB. Metode: Biosintesis nanopartikel emas dibuat dengan mencampurkan ekstrak lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.F.) dengan larutan HAuCl4. Uji sitotoksisitas sediaan serum nanopartikel emas ekstrak Aloe vera dilakukan menggunakan sel melanoma yang dikultur dalam DMEM dengan FBS 10%, penisilin-streptomycin 1%, dan fungizone 5%, kemudian diuji viabilitasnya menggunakan metode MTT-assay dengan variasi perlakuan menggunakan paparan sinar UVA dan UVB. Hasil: Hasil uji sitotoksisitas sediaan serum nanopartikel emas ekstrak Aloe vera menunjukkan nilai persentase sel hidup dan nilai IC50 termasuk dalam kategori senyawa tidak sitotoksik dengan nilai persentase sel hidup sebesar 113,8% dan nilai IC50 sebesar 2117,5 μg/mL. Sama halnya dengan hasil uji sediaan serum nanopartikel emas ekstrak Aloe vera yang diberikan pada sel melanoma dengan radiasi sinar UVA dan UVB, memiliki nilai persentase sel hidup dan nilai IC50 yang relatif sama dengan sel yang tidak diberikan radiasi. Namun, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, hasil yang didapatkan belum cukup menggambarkan kerusakan akibat paparan sinar UVA dan UVB. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sediaan serum nanopartikel emas ekstrak Aloe vera tidak memiliki aktivitas sitotoksik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57251
    Collections
    • Pharmacy [1896]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV