| dc.description.abstract | Kebutuhan papan atau rumah tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang
esensial, tidak hanya sebagai tempat berlindung secara fisik, tetapi juga sebagai elemen penting
dalam menunjang kestabilan emosional, sosial, dan kesejahteraan keluarga. Seiring dengan
meningkatnya populasi dan perkembangan sektor properti di Indonesia, pilihan hunian yang
ditawarkan semakin beragam, namun calon pembeli kerap menghadapi kesulitan dalam menentukan
rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. Aparatur Sipil Negara
(ASN) Guru di Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu kelompok profesi dengan pendapatan
tetap yang cukup potensial sebagai target pasar perumahan, mengingat kestabilan finansial dan akses
yang lebih mudah terhadap skema pembiayaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria prioritas dalam pemilihan rumah
tinggal oleh ASN Guru di Kabupaten Wonosobo,3 serta menentukan perumahan yang paling
diminati berdasarkan kriteria tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang
diisi oleh 40 responden ASN Guru dan dianalisis untuk mengetahui bobot kepentingan tiap kriteria
dan alternatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria lokasi menjadi pertimbangan utama dengan
bobot tertinggi sebesar 0,250, diikuti oleh harga (0,190), spesifikasi teknis (0,178), fasilitas umum
(0,167), tipe rumah (0,126), dan metode pembayaran (0,089). Dari empat alternatif perumahan yang
dianalisis, Perumahan Bumi Dieng Indah (A1) memperoleh nilai prioritas tertinggi sebesar 0,3502,
diikuti oleh Candi Hills (A4) sebesar 0,2323, Bangsri Green Mountain (A3) sebesar 0,2194, dan
Permata Sofa Marwah (A2) sebesar 0,1979. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi
pengembang dalam merancang perumahan yang sesuai dengan kebutuhan ASN Guru sebagai
segmen pasar yang potensial. | en_US |