Studi Kelayakan Model Investasi Proyek Pembangunan Perumahan (Studi Kasus: Perumahan Graha Sultan Regency di Kabupaten Wonosobo)
Abstract
Pertumbuhan kebutuhan hunian di Kabupaten Wonosobo terus meningkat seiring dengan
pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan pola migrasi, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Namun, pengembangan perumahan di daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama
dalam menentukan model investasi yang tepat agar risiko finansial dapat ditekan dan peluang
keuntungan dapat dimaksimalkan. Salah satu persoalan utama adalah memilih skema pembangunan
yang paling efisien antara model Full Build, di mana seluruh unit dibangun sekaligus sebelum
dipasarkan, dan model Build On Order, di mana pembangunan dilakukan berdasarkan pesanan
konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pembangunan Perumahan
Graha Sultan Regency melalui perbandingan kedua skema tersebut dengan mempertimbangkan
berbagai indikator keuangan. Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan kuantitatif
dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden, analisis pasar,
survei lokasi, serta perhitungan kelayakan finansial menggunakan Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback
Period (PP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua skema sama-sama layak dilaksanakan dengan
nilai NPV positif, IRR di atas Minimum Attractive Rate of Return (MARR) 10,5%, dan BCR lebih
dari satu. Skema Full Build memiliki nilai Break Even Point (BEP) yaitu Rp 119.649.084.683 dan
Payback Period lebih cepat dengan 2,7 th dengan indeks analisa sensitivitas dengan tidak boleh
mengalami penurunan harga jual dan kenaikan biaya investasi, sedangkan skema Build On Order
lebih efisien dalam penggunaan modal dengan beban pinjaman bank dan biaya bunga yang jauh
lebih rendah dengan nilai Break Even Point (BEP) Rp 130.200.000.000, dan Payback Period 3,0 tth
serta BCR yang lebih tinggi.
Kesimpulannya, dengan mempertimbangkan risiko, efisiensi modal, dan keberlanjutan
pendanaan, skema Build On Order direkomendasikan sebagai alternatif terbaik bagi pengembang
Graha Sultan Regency agar dapat memaksimalkan potensi pasar, menjaga arus kas tetap sehat, dan
meminimalkan risiko gagal bayar pinjaman bank. Dengan karakteristik pembeli perumahan yaitu
bahwa responden sebagian besar berdomisili di Kabupaten Wonosobo, dengan dengan tingkat
pendidikan terakhir responden yaitu Strata 1 yang mempunyai pekerjaan sebagai wirausaha dengan
pendapatan perbulan bervariasi yaitu 10.000.000-20.000.000 dan jarak dari tempat kerja sampai ke
perumahan graha sultan Regency yaitu 1 km – 5 km. Dalam faktor yang mempengaruhi pembeli
yaitu faktor pemasaran dalam penjualan yaitu melalui sosial media dan rekomendasi dari
teman/kerabat yang paling dominan sedangkan dalam faktor prasarana responden berminat membeli
rumah yaitu lokasi, faktor sarana pendukung pengambilan keputusan dalam memilih yaitu dekat
dengan pusat kota. Dai sisi lain dari segi utilitas yang diberikan, menurut berdasarkan hasil kuesioner
yang telah diisi oleh responden yang berminat yaitu udara segar. Sedangkan faktor lain yang
mempengaruhi responden berminat yaitu lokasi strategis. Dan dalam pemasaran menggunakan
metode Canvasing serta pengiklanan melalui media sosial. Serta dalam aspek teknis dalam KDH,
KLB, KDB proyek perumahan graha sultan regency memenuhi persyaratan.
