Studi Pendahuluan Pemodelan Farmakokinetik/farmakodinamik Vankomisin Berbasis Populasi pada Pasien Infeksi Methicillin- Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)
Abstract
Latar belakang: Efektivitas vankomisin sebagai monoterapi infeksi Methicillin-
Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) dapat dipengaruhi oleh variabilitas
farmakokinetik/farmakodinamik (FK/FD) antarindividu, sehingga penggunaannya
perlu dioptimalkan melalui pemodelan FK/FD.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pemodelan meliputi
hasil pengujian likelihood, plot fitting observation versus prediction, persentase
Relative Standard Error (RSE), parameter FK/FD vankomisin berbasis populasi,
serta kovariat yang berpengaruh.
Metode penelitian: Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan
longitudinal prospektif menggunakan Monolix dan Pkanalix 2024R1 terhadap
plasma darah 19 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan cuplikan
darah dilakukan sesaat sebelum dan salah satu waktu di antara 0,5; 1; 2; 4; 6; 8; dan
10 jam setelah pemberian vankomisin (sparse sampling).
Hasil: Pemodelan FK/FD vankomisin menghasilkan fitting kurva yang baik dengan
pendekatan direct response model dan menggambarkan nilai estimasi Vd= 51,75 L,
k= 0,0181/jam, Cl= 0,94 mL/jam, t1⁄2= 25,94 jam, E0= 17,11 ribu/μL, Emaks= 11,72
ribu/μL, Cmin= 12,15 μg/mL, Cmaks= 27,8 μg/mL, Tmaks= 1 jam, AUC0-inf= 800,13
μg.jam/mL, serta AUC/MIC teoretis= 400,06. Usia, klirens kreatinin dan regimen
antibiotik merupakan kovariat yang mempengaruhi pemodelan berdasarkan nilai uji
korelasi (p<0,05).
Kesimpulan: Model struktural yang paling sesuai untuk memodelkan data
penelitian ini adalah direct response model. Faktor yang berpengaruh terhadap
parameter FK/FD vankomisin adalah usia, klirens kreatinin, dan regimen antibiotik.
Collections
- Pharmacy [1896]
