| dc.description.abstract | Kekurangan besi menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi di negara
berkembang salah satunya Indonesia, sehingga diperlukan sumber makanan kaya
akan zat besi. Wolffia arrhiza merupakan tumbuhan terkecil yang kaya akan nutrisi
dan dijadikan harapan sebagai sumber pangan berkelanjutan. Peneliti melakukan
penentuan kandungan besi (Fe) dalam sampel Wolffia arrhiza menggunakan
metode spektrofotometri serapan atom (SSA) dengan teknik destruksi basah.
Pengujian yang meliputi metode kurva kalibrasi menghasilkan linieritas yang baik
yaitu persamaan garis lurus y = 0,0088x + 0,0001 dengan koefisien determinasi (R2
)
0,9992 dan koefisien korelasi (r) 0,9996 serta diperoleh limit deteksi sebesar 0,36
mg/L dan limit kuantifikasi sebesar 1,21 mg/L. Penelitian ini juga menggunakan
metode yang menghasilkan presisi dan akurasi yang baik yaitu dengan nilai presisi
%RSD 5,77% dibawah nilai 1/2 CV Horwitz sebesar 6,3133 dan nilai rata-rata
akurasi 100,77%. Konsentrasi besi dalam sampel Wolffia arrhiza diperoleh sebesar
48,22 ± 2,66 mg/L dengan persentase ketidakpastian 5,51% dan diperoleh
kandungan besi dalam sampel Wolffia arrhiza sebesar 1205,49 mg/Kg. Berdasarkan
hasil tersebut kandungan besi yang terkandung dalam Wolffia arrhiza sudah
memenuhi persyaratan yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28
Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi. | en_US |