• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 159 K/ag/2018 Tentang Harta Bersama dalam Perspektif Maqāṣid Asy-syarī‘ah Jasser Auda

    Thumbnail
    View/Open
    22913022.pdf (6.621Mb)
    Date
    2025
    Author
    Alam, Azhar Nur Fajar
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Mayoritas sengketa harta bersama diputuskan pembagiannya secara normatif masing- masing 1⁄2 bagian sesuai Pasal 97 KHI. Namun, Mahkamah Agung mengeluarkan Putusan yang sangat progresif yaitu nomor 159 K/Ag/2018 dengan tidak menerima gugatan harta bersama demi kepentingan terbaik bagi tempat tinggal anak. Putusan progresif ini mendapat perhatian besar dari para Hakim di Indonesia, sehingga Peneliti juga tertarik untuk menelitinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi argumentasi hukum (legal reasoning) dalam putusan tersebut yang menyatakan bahwa harta bersama belum dapat dibagi karena mempertimbangkan kepentingan terbaik anak (The Best Interest of the Child), serta menganalisisnya melalui perspektif maqāṣid asy-syarī„ah, khususnya ḥifẓ al-māl dan ḥifẓ an-nasl wa al-‟usrah menurut Jasser Auda. Dengan metode penelitian yuridis normatif dan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi urgensi pengembangan interpretasi hukum progresif dalam penyelesaian sengketa harta bersama pasca perceraian yang bersinggungan dengan kepentingan tempat tinggal anak. Hasil penelitian ini menunjukan Putusan kasasi ini dinilai progresif karena tidak sekadar berpegang pada norma formal Pasal 97 KHI mengenai pembagian harta bersama secara proporsional, melainkan lebih menekankan pada kepentingan terbaik atas tempat tinggal yang layak. Majelis Hakim kasasi memprioritaskan fungsi sosial rumah sebagai tempat tumbuh kembang anak, dan menunda pembagian harta hingga anak dewasa. Pendekatan ini selaras dengan prinsip maqāṣid asy-syarī„ah Jaser Auda yang secara 6 fitur sistem dapat menempatkan kepentingan terbaik anak (ḥifẓ an-nasl wa al-‟usrah) sebagai kebutuhan primer (ḍarūriyyāt) di atas kepentingan pembagian harta (ḥifẓ al- māl). Penelitian ini menunjukkan bahwa hukum Islam positif dapat ditafsirkan secara dinamis, kontekstual, dan multidimensional untuk menjawab tantangan keadilan substantif dan kepentingan terbaik anak dalam konteks sosial kontemporer.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57133
    Collections
    • Master of Islamic Studies [181]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV