Studi Sintesis Turunan Kalkon (E)-3-(3,5- Dimethoxyphenyl)-1-(4-(Methylthio)phenyl)prop-2- En-1-one Serta Uji Aktivitas Antimalaria Secara In Vitro dan In Silico melalui Molecular Docking
Abstract
Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa Plasmodium
dari nyamuk Anopheles dan memiliki risiko kematian yang tinggi, dengan gejala
utama berupa demam, anemia, dan pembesaran limpa akibat infeksi kronis pada
eritrosit. Meskipun klorokuin pernah menjadi obat antimalaria yang sangat efektif,
munculnya resistensi parasit di daerah endemis menyebabkan penurunan efektivitas
pengobatan dan kegagalan terapi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
mengembangkan senyawa antimalaria baru dengan mensintesis turunan kalkon (E)-
3-(3,5-dimethoxyphenyl)-1-(4-(methylthio)phenyl)prop-2-en-1-one melalui reaksi
Claisen-Schmidt antara aldehid aromatik dan keton aromatik. Dari sintesis ini
didapatkan rendemen produk sebesar 87%. Senyawa hasil sintesis kemudian
dikarakterisasi menggunakan FTIR, 1H-NMR, 13C-NMR, dan GC-MS untuk
memastikan struktur yang diinginkan. Selanjutnya, uji docking moleculer
menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki energi ikatan paling negatif sebesar -
9,14 kcal/mol terhadap protein pusat 1LDG, menandakan afinitas pengikatan yang
kuat sebagai inhibitor. Sementara ligan Chloroquine Diphosphate memiliki energi
ikatan paling negatif sebesar -8,85 kcal/mol. Uji aktivitas antiplasmodium secara in
vitro mengungkapkan nilai IC50 senyawa ini sebesar 0,089 μg/mL, yang
menunjukkan kemampuan tinggi dalam menghambat pertumbuhan Plasmodium
falciparum. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa turunan kalkon ini berpotensi
sebagai kandidat obat antimalaria baru yang efektif dalam menghadapi masalah
resistensi obat pada parasit malaria.
Collections
- Chemistry [752]
