| dc.description.abstract | Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. Penyakit ini
ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, parasit yang masuk ke dalam tubuh
manusia, kemudian menetap di organ hati sebelum menyerang sel darah merah
dengan gejala seperti menggigil, demam dan sakit kepala. Resistensi Plasmodium
terhadap obat malaria mengakibatkan kegagalan pengobatan. Hal ini merupakan
ancaman terlebih belum ditemukannya obat alternatif yang efektif untuk melawan
resistensi. Oleh karena itu ketersediaan antimalaria baru sangat diperlukan untuk
melawan resistensi. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam
menemukan obat antimalaria baru yang efektif. Sebelum dilakuakn sintesis,
dilakukan molecular docking digunakan untuk mengidentifikasi protein target
potensial dari suatu ligan dan merancang obat secara komputasional Validitas hasil
docking dievaluasi menggunakan parameter RMSD (Root Mean Square
Deviation), yang mengukur perbedaan posisi antara ligan hasil docking dan ligan
asli pada protein target yaitu 1J3I, 1J3K, 1LDG, dan 1MVT. Sintesis dilakukan
dengan metode Claisen-Schmid antara senyawa 4’-(methylthio)acetophenone dan
2,4,6 trimethoxybenzaldehyde kemudian dikarakterisasi menggunakan
instrumentasi FTIR, 1H-NMR, 13C-NMR dan GC-MS dengan hasil rendemen yang
didapatkan yaitu 85% dengan berat 0,0731 g. Setelah itu dilaksanakan uji aktivitas
antiplasmodium in vitro dengan menentukan nilai konsentrasi penghambatan
(IC50). Senyawa (E)-1-(4-(methylthio)phenyl)-3-(2,4,6-trimethoxyphenyl)prop-2-
en-1-one mempunyai aktivitas antiplasmodium in vitro tergolong aktif dengan IC50
2,784 μg/mL. | en_US |