• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implementasi Sema Nomor 10 Tahun 2020 dalam Perspektif Maqāṣid Asy-syarī‘ah (Studi Putusan Jinayat pada Mahkamah Syar’iyah Singkil Tahun 2021-2023)

    Thumbnail
    View/Open
    21913038.pdf (4.769Mb)
    Date
    2025
    Author
    Zulkarnaini
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SEMA Nomor 10 Tahun 2020 terkait pemilihan jenis ‘uqūbat ta’zir dalam putusan jarimah pelecehan seksual dan pemerkosaan di Mahkamah Syar’iyah Singkil tahun 2021– 2023, serta meninjau pertimbangan hakim dengan pendekatan Maqāṣid asy- Syarī‘ah. Fokus kajian meliputi pelaksanaan SEMA tersebut dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai Maqāṣid asy-Syarī‘ah dalam pemilihan jenis ‘uqūbat ta’zir. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), dengan data primer berupa putusan-putusan Mahkamah Syar’iyah Singkil dan hasil wawancara, serta data sekunder dari peraturan, qanun, dan literatur relevan. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penilitian dapat disimpulkan bahwa majelis hakim telah mengimplementasikan SEMA Nomor 10 Tahun 2020 dalam penjatuhan ‘uqūbat ta’zir berupa penjara terhadap pelaku jarimah pelecehan seksual dan pemerkosaan. Implementasi SEMA tersebut mencerminkan upaya preventif terhadap tindak residivisme, serta bentuk perlindungan dan pemulihan terhadap korban, sekaligus sebagai sarana edukasi hukum (tadabbur) bagi masyarakat. Secara normatif, pertimbangan hakim telah sesuai dengan prinsip Maqāṣid asy-Syarī‘ah, khususnya dalam aspek ḥifẓ an-nafs. Namun, penerapan nilai-nilai ḥifẓ an-naśl dan ḥifẓ al-māl belum optimal, mengingat tidak adanya vonis yang disertai kewajiban pembayaran restitusi kepada korban selama periode tersebut. Oleh karena itu, integrasi komponen restitusi dalam putusan merupakan hal yang urgen guna memperkuat aspek kemaslahatan dan keadilan substantif dalam sistem peradilan jinayat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/57126
    Collections
    • Master of Islamic Studies [179]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV