| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak bunga rosella
(Hibiscus sabdariffa L.) sebagai agen biofabrikasi dalam sintesis nanopartikel TiO2
melalui metode sol-gel dan hidrotermal, serta aplikasinya sebagai fotokatalis pada
proses konversi minyak jelantah menjadi biodiesel. Karakterisasi FTIR
menunjukkan adanya pita serapan khas gugus Ti–O pada 496,78 cm−1 (TiO2
hidrotermal) dan 487,67 cm−1 (TiO2 sol-gel), yang mengindikasikan terbentuknya
ikatan logam-oksigen dari TiO2. Ukuran kristalit berdasarkan hasil XRD adalah
7,99 nm (TiO2 hidrotermal) dan 6,54 nm (TiO2 sol-gel). Nilai band gap dari analisis
DRS UV-Vis berada di kisaran 3,13 eV (TiO2 hidrotermal) dan 3,11 eV (TiO2 sol-
gel). Luas permukaan spesifik berdasarkan data GSA mencapai 108,03 m2/g (TiO2
hidrotermal) dan 69,57 m2/g (TiO2 sol-gel). Morfologi partikel menunjukkan
bentuk yang relatif bulat dan seragam dengan diameter rata-rata 8,23 (TiO2
hidrotermal) nm dan 8,18 nm (TiO2 sol-gel), sedikit kecenderungan aglomerasi
antar partikel. Berdasarkan hasil GC-MS, uji fotokatalitik transesterifikasi
menunjukkan bahwa TiO2 hidrotermal memiliki efisiensi konversi metil ester
dengan komposisi terbaik di bawah sinar UV yaitu metil oleat 77,11% dan metil
palmitat 22,89% serta similiraty index > 90. Hasil ini menunjukkan bahwa
biofabrikasi TiO2 menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.)
memiliki potensi tinggi sebagai fotokatalis ramah lingkungan dalam produksi
biodiesel dari jelantah. | en_US |