| dc.description.abstract | Pesatnya perkembangan teknologi membawa situasi dilematis, di samping
menawarkan berbagai manfaat, juga membawa berbagai tantangan emosional dan
etis bagi generasi muda, seperti meningkatnya isu kesehatan mental, cyberbullying,
dan penyebaran hoaks. Fenomena ini menunjukkan adanya urgensi untuk
membekali peserta didik dengan kemampuan pengelolaan emosi yang relevan
dengan konteks digital. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengupayakan
konseptualisasi Digital Emotional Intelligence (DEI) dalam Pendidikan Agama
Islam (PAI) dengan membangun sebuah kerangka kerja (framework) kompetensi
DEI-PAI, dan (2) merumuskan strategi implementasinya ke dalam kurikulum dan
ekosistem pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi literatur. Kerangka kompetensi DEI-PAI dibangun melalui teknik
analisis kerangka konseptual oleh Yossef Jabareen. Dengan menganalisis 62 artikel
ilmiah multidisiplin dari basis data Scopus dan Garuda. Serta telah dilakukan
validasi konsep dengan skema Focus Group Discussion (FGD) bersama dua
akademisi di bidang pendidikan dan empat praktisi PAI. Hasil penelitian ini adalah
sebuah kerangka konseptual kompetensi DEI-PAI yang terdiri dari tiga dimensi
utama: (1) Kompetensi Inti Peserta Didik, yang mencakup kesadaran diri & etika
digital berbasis takwa, regulasi diri & resiliensi emosional berbasis mujahadah,
keterampilan sosial & empati digital berbasis hablum minannas, serta literasi kritis
& kontribusi positif berbasis ijtihad; (2) Pendekatan Pedagogis yang aktif-reflektif;
dan (3) Kompetensi Esensial Pendidik. Selain itu, dirumuskan pula strategi
implementasi ekologis yang mencakup level mikrosistem (integrasi kurikulum dan
metode ajar), mesosistem (kemitraan sekolah dengan keluarga), dan ekosistem
(pengembangan profesional guru dan kebijakan institusional). Kerangka kerja dan
strategi ini menawarkan sebuah paradigma baru yang mengintegrasikan kecakapan
digital dan kematangan emosional dalam bingkai spiritualitas dan akhlak Islam
untuk membentuk insan kamil di era digital. | en_US |