Analisis Timbulan Minyak Jelantah Rumah Tangga Berdasarkan Kategori Rumah Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 di Kelurahan Kebun Bunga, Kota Banjarmasin
Abstract
Minyak jelantah merupakan limbah minyak yang berasal dari berbagai
jenis-jenis minyak goreng contohnya seperti minyak sayur, minyak jagung, minyak
samin, minyak zaitun, minyak wijen dan minyak kelapa. Ditinjau dari komposisi
kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang
dihasilkan selama proses penggorengan. Di masa pandemi COVID 19 pada saat ini
pemerintah memberlakukan sistem (WFH) Work From Home pada sebagian
pekerja kantoran yang mana hal tersebut dapat membuat aktivitas memasak di
rumah menjadi lebih sering atau membeli makanan di pedagang makanan. Pada
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan minyak jelantah beerdasarkan
kategori rumah permanen, semi permanen dan non permanen. Serta
membandingkan penggunaan minyak goreng pada saat pandemi dan sebelum
pandemi, serta pola perilaku masyarakat Kelurahan Kebun Bunga dalam
menangani minyak jelantah. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan SNI 9-3964-
1994 mengenai Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan
Komposisi Sampah Perkotaan. Berdasarkan penelitian ini didapatkan rata-rata
timbulan berat minyak jelantah sebesar 0,0386 kg/rumah/hari dengan rata-rata
volume sebesar 0,0462 L/rumah/hari dan massa jenis sebesar 833,275 kg/m3
.
Adanya pandemi COVID 19 saat ini, tidak mengubah pola perilaku masyarakat di
Kelurahan Kebun Bunga dalam menggunakan minyak goreng dan menghasilkan
minyak jelantah. Sehingga penggunaan minyak goreng dan timbulan minyak
jelantah yang dihasilkan sama dengan yang dihasilkan pada saat sebelum pandemi.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
